Nilai Tukar Petani Provinsi Maluku Februari 2021 Turun 0,68 Persen

oleh -15 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku pada Februari 2021  sebesar 97,89, atau turun 0,68 persen dibanding Januari 2021 yang tercatat sebesar 98,56.

“Penurunan NTP disebabkan oleh indeks harga hasil produksi pertanian (It) yang tercatat menurun sebesar 0,39 persen dan peningkatan indeks harga yang dibayar oleh petani (Ib) sebesar 0,29 persen,” ujar Kepala BPS Prov. Maluku, Asep Riyadi, S.Si. M.M. di Ambon, Selasa (2/3/2021)..

Asep Riyadi menjelaskan, pada Februari 2021 Provinsi Maluku berada di urutan ke-28 dari 34 provinsi dengan NTP sebesar 97,89. NTP tertinggi terjadi di Provinsi Riau sebesar 133,04, sementara NTP terendah terjadi di Provinsi Bali sebesar 92,46.

Dua subsektor mengalami peningkatan NTP, yaitu subsektor peternakan (0,71 persen) dan subsektor perikanan (1,75 persen).

Sementara itu tiga subsektor lainnya mengalami penurunan NTP yaitu subsektor tanaman pangan (-2,20 persen), subsektor hortikultura (-2,22 persen) dan subsektor tanaman perkebunan rakyat (-0,09 persen).

Baca Juga  Sehari Jelang Idul Adha, Harga Barito dan Daging di Kota Ambon Cenderung Stabil

Untuk diketahui, indeks Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima Petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

Asep menambahkan, pada Februari 2021 terjadi peningkatan IKRT sebesar 0,29 persen.

Peningkatan IKRT ini disebabkan oleh meningkatnya IKRT pada pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau; kelompok pengeluaran pakaian dan alas kaki; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar lainnya; perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga; kesehatan; transportasi; Informasi, komunikasi dan jasa keuangan; rekreasi, olahraga, dan budaya, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Sementara NTUP Provinsi Maluku pada Februari 2021 mengalami penurunan sebesar 0,50 persen dibanding  Januari 2021, yaitu dari 102,75 menjadi 102,24.

(keket)