Nilai Tukar Petani Provinsi Maluku Utara Bulan April 2021 Naik 0,66 Persen

oleh -46 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara mencatat, pada April 2021, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku Utara sebesar 99,18 atau mengalami kenaikan 0,66 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Maret 2021) yang sebesar
98,54.

Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Atas Parlindungan Lubis, S.Si, M.Si melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Porostimur.com, Selasa (4/5/2021) di Ternate menyebutkan, secara nasional, NTP April 2021 sebesar 102,93 yang mengalami penurunan sebesar 0,35 persen dibandingkan dengan NTP bulan Maret 2021 yaitu 103,29.

“Pada April 2021, terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Maluku Utara sebesar 0,65 persen, sedangkan pada tingkat nasional terjadi kenaikan IKRT sebesar 0,27 persen,” kata Parlindungan.

Baca Juga  Wakapolda Maluku resmi dijabat Brigjen Pol Drs Hasanuddin

“Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Maluku Utara pada bulan April 2021 sebesar 101,52 atau mengalami kenaikan 1,17 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya (Maret 2021) yang sebesar 100,34,” sambungnya.

Parlindungan Lubis bilang, berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan pada 7 (tujuh) kabupaten di Provinsi Maluku
Utara pada Bulan April 2021, NTP Provinsi Maluku Utara mengalami kenaikan sebesar 0,66 persen dibandingkan NTP Maret 2021, yaitu dari 98,54 menjadi 99,18.

Kenaikan NTP April 2021 itu, menurutnya disumbang oleh kenaikan NTP pada 2 (dua) subsektor pertanian, yaitu Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,71 persen dan Subsektor Perikanan sebesar 2,58 persen.

“Adapun ketiga subsektor lainnya mengalami penurunan, yaitu Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,14 persen, Subsektor Hortikultura sebesar 0,83 persen, dan Subsektor Peternakan sebesar 0,29 persen,” tukasnya.

Baca Juga  Tingkatkan layanan, PUPR Kota Ambon siap rilis ”TAGOR”

Parlindungan menambahkan, NTUP Provinsi Maluku Utara pada April 2021 secara umum mengalami kenaikan sebesar 1,17 persen.

Kenaikan NTUP ini menurutnya, disebabkan oleh kenaikan NTUP pada 4 (empat) subsektor, yaitu Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,36 persen, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,26 persen, Subsektor Peternakan sebesar 0,25 persen, dan Subsektor Perikanan sebesar 2,75 persen. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.