Nitizen Asal Kepulaun Sula Ramai-Ramai Merundung Sejumlah Ketua OKP

oleh -154 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Warganet asal Kepulauan Sula ramai-ramai merundung sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di Kabupaten Kepulauan Sula melalui media sosial Facebook, Kamis (30/1/2020).

Hal ini menyusul beredarnya postingan link pemberitaan media daring di group facebook “Sula Mencari Pimpinan” dengan judul “Para Ketua Organisasi Menolak Issue SARA di Sula”.

Berita yang memuat lima poin pernyataan sikap sejumlah pimpinan organsasi pemuda seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (KMMI), Ikatan mahasiswa Muhammaddiyah (IMM), Komite Nasioanal Pemuda Indonesia (KNPI) serta Pemuda Pancasila sontak membuat nitizen marah.

Para nitizen yang merasa bahwa peristiwa dugaan penistaan agama di Sula adalah fakta dan peristiwa publik, tidak terima karena para ketua OKP itu menyebutnya sebagai issue, hoax, SARA dan provokasi yang berkembang di media sosial.

Berbagai kementar datang dari para nitizen yang umumnya menyayangkan serta mempersoalkan sikap para pimpinan OKP, Bahkan ada yang memaki dan mengutuk sikap mereka.

Nitizen bernama Sabrun Umaternate misalnya, menulis komentar “Isu apa yang berkembang…?
Woi masalah ini bukan isu lai, tapi memang terjadi. Isu isu isu barang apa ini…?”.

Akun Havina Sua menulis “Woww.. ketua organisasi pemikiran pung posisi ? Apa bergeser dari kepala ke perut ??
Toleransi itu ada batasan.
Selama tidak menggangu akidah itu tidak masalah.
Tapi kalo mengganggu akidah itu di agama apapun jelas salah !
Definisi isu dan fakta itu jelas beda.
Ngoni pung mata boleh tatutup, tapi ngoni masih ada mata hati.. fungsikan dengan baik !

Nitizen lain bernama Saktiawan Sangaji Mereku menulis “Poin Ke Tiga…
Hoax deng Apa” ini Bt Tegaskan Penistaan itu BENAR Terjadi Dan Berita Mana Yang Dibilang Issue ee”
.

Sementara warganet bernama Karma Saputra mencuit komentar sebagai berikut “Lebih baik bt jdi or biyada.. dri pada bt jdi tokoh prmuda yg otaknya suda di kotori dengan apa lai ini… pace ko sholat untuk apa… ko bilng apa nanti di saat ko mati… ko sadar ka trada… ko tidak tau kaaa… yg dpa pukul di atas jembatan tuu… bung ini pukan politik tpi ini nabi kita di hina… kalu ko bapa di hina bgimna.. ko tak mara bilng hoax.. ko tak sadar….. demih uang ko jual ko agama
. Demi jabatan ko membenarkan apa yg slah lantran ko mau cri nma… sadar koo hukum allah pasti nyata
“.

Baca Juga  FIFA Resmi Membatalkan Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia

Warganet lain dengan akun Safaat Lutia sampai mengutip pernyataan Imam Nawawi “Kalau kau tak sanggup menolong Agama Allah ini, paling tidak jangan kau ikut menggonggong dan menjadi anjing-anjing penjilat ilahunnar hanya untuk menyuarakan suara kekafiran” (IMAM NAWAWI).

Akun Idham Aufat berkomentar “Hahaha KNPI versi Ajis banapon dengan pemuda Pancasila rusak ee
Isi SARA Itu, woe… Kamong seng liat ka.. pigi di polres sula.la kamong dua tanya.ajis deng parayon faftai ee.
Jang biking malu diri sendiri deng orang Islam

Sedangkan nitizen bernama Nuranisa Fataruba menulis “Menolak Issue SARA ?? Menista Agama yang buming itu bukan lagi Issue tapi fakta sosial yg terjadi. Kasus masjid Pohea itu bukan lagi issue yang sumber kejelasannnya patut diragukan. Itu jelas terjadi. Coba jang talalu kritis smpe dapa lia krisis e.

Hal yang sama juga dapat ditemui para group Facebook Selamatkan Sula maupun group Habar Sua.

Baca Juga  Pemerintah Tetapkan Zakat Fitrah 35 Ribu Rupiah Per Orang di Kepsul

Hingga berita ini tanyang, sudah ada 272 komentar dan 3 share. Dari ratusan komentar itu tidak sampai 10 komentar yang memuji atau mendukung langkah para pimpinan organisasi pemuda itu.

Tidak itu saja, sikap para aktivis pemuda dan mahasiswa ini bahkan menjadi pembicaraan di group-group WhatsApp keluarga Sula hingga di warung kopi dan cafe.

Sejumlah warganet yang tidak puas pun memasang satatus di akun Facebook mereka yang nadanya mempertanyakan sikap pimpinan OKP tersebut. (red/ifo)