Nono Sampono: Maluku Sebagai LIN Hanya Sebuah Janji

oleh -58 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono mengatakan sebuah program nasional dalam hal ini (Lumbung Iran National (LIN) kalau tidak ada payung hukum berupa undang-undangnya maka hanya akan menjadi sebuah janji-janji.

“Dibalik program nasional kan ada uang, ada anggaran, uang itu siapa yang menggerakan, siapa yang mengalokasikan? Kalau itu tidak masuk dalam sebuah Rancangan Undang-Undang (RUU) atau masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tidak dibahas di Senayan artinya tidak ada anggaran. Kita harus realistis melihat persoalan ini, jadi kita jangan terlalu teriming-iming atau berbunga-bunga kalau ada yang bicara. Dari dulu saya sudah katakan sepanjang sebuah program nasional tidak ada payung hukum UU, kita jangan terlalu banyak berharap. Kalau hanya janji-janji ya semua orang juga bisa janji,” ungkap Nono kepada wartawan, Senin (7/12/2020).

Baca Juga  245 WNI dari Wuhan akan Dikarantina di Kepulauan Natuna

Lumbung Ikan Nasional merupakan program nasional yang dicanangkan oleh mantan presiden SBY tahun 2010 pada saat Sail Banda. Menurut hasil kajian Dewan Kelautan, kurang lebih 27% kandungan dari ikan di laut perairan Indonesia ada di Maluku. Itulah yang menjadi kontribusi bagi perikanan nasional sehingga Maluku dijadikan sebagai lumbung ikan nasional.

Nono menambahkan, persoalan membangun LIN bukan hanya ikannya diambil kemudian dibawa tapi idealnya ikannya diproses, bukan juga hanya dijual tapi berdaya guna untuk kebutuhan daerah yang punya tempat itu. Namun sampai dengan pergantian pemerintahan SBY dan Jokowi, hal ini tidak terselesaikan.

“Seharusnya pemerintah, eksekutif yang bersangkutan dia harus bisa melihat menjadi LIN, Maluku tuh apanya yang harus dibenahi, pertama misalnya listrik, karna sudah pasti kalau ikan ditangkap dia butuh freezer dan cool storage. Yang kedua tempat penampungan dan sisitem packing yang bagus untuk segera dikirim apakah secara domestik atau ke luar negeri, itu juga belum punya”, tegasnya.

Baca Juga  Berkenalan dengan BRImo, Aplikasi Digital Banking BRI untuk Kaum Milenial

Terkait dengan kasus yang dihadapi oleh Edhy Prabowo sebagai Menteri KKP, Nono mempertanyakan kelanjutan daripada LIN ini.

“Kita tunggu saja siapa menteri berikutnya Kita belum tahu. Oleh karena itu ini menjadi catatan. Kalau pun ada janji-janji seorang pejabat siapapun dia, itu tidak jadi jaminan”, ujarnya.

Program nasional dalam hal Ini Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional masih mempunyai beberapa permasalahan yang harus dibenahi.

“Jadi sampai skarang keadaan kita masih sperti ini. Listrik kita masih belum mendingan, sistem packing daripada hasil ini juga belum baik, kan seharusnya ditampung dan diolah disini dalam bentuk apa misalnya. Kita berharap jangan ikan utuh yang dibawa kesana (ekspor ke luar negeri) sebaiknya ada proses disini sehingga ada penyerapan tenaga kerja, ada nilai ekonomi dan nilai tambahnya”, pungkas Nono Sampono. (alena)