Novanto ajukan surat perlindungan hukum ke Presiden, Kapolri, dan Kejaksaan Agung

oleh -44 views
Link Banner

Senin, 20 November 2017 | 04:37 WIBKompas.com/Robertus BelarminusKetua DPR RI Setya Novanto, Senin (20/11/2017)

@Porostimur.com |Jakarta : Ketua DPR Setya Novanto mengatakan, dirinya naik surat resmi kepada Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan Novanto saat keluar dari gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan awal oleh KPK, Senin (20/11/2017).

Tidak hanya kepada Presiden, Novanto juga menganjurkan pimpinan lembaga penegak hukum.

“Saya sudah melakukan langkah-langkah, dari melakukan SPDP di kepolisian dan naik surat resmi, baik untuk Presiden, Kapolri, maupun Kejaksaan Agung. Saya juga pernah pernah praperadilan,” kata Novanto.

Pada Minggu (19/11/2017) malam, KPK memindahkan Novanto dari RSCM. Pemindahan ini untuk menahan Novanto di rutan KPK.

Seperti diketahui, status Novanto sudah menjadi tahanan KPK. Penahanan Novanto dimulai sejak 17 November 2017 sampai 6 Desember 2017.

Penahanannya kemudian dibantarkan karena mesti dirawat di RSCM setelah kecelakaan yang dia alami.

Novanto mengalami kecelakaan mobil di kawasan Permata Hijau, Kamis (16/11/2017). Mobil yang ditumpangi Novanto menabrak tiang listrik.

Saat itu, Novanto tengah menuju ke studio salah satu stasiun televisi swasta untuk melakukan siaran langsung.

Setelah melangsungkan siaran langsung, Novanto yang tengah diburu lembaga antirasuah merencanakan hadiri KPK untuk memberikan keterangan.

KPK memburu Novanto setelah yang bersangkutan berkali-kali tidak memenuhi panggilan KPK, baik sebagai pihak ketiga maupun tersangka proyek korupsi e-KTP.

Dalam kasus ini, Novanto bersama dengan pihak diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

Novanto juga Sadar menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat ini Ketua Fraksi Partai Golkar.

Akibat perbuatannya bersama dengan pihak tersebut, negara direvisi Rp 2,3 triliun pada proyek Rp 5,9 triliun tersebut. (Web-kps.com)

Baca Juga  Wow, Perpustakaan di China tampung 1,2 juta buku