November 2018, kelompok bahan makanan sumbang deflasi

oleh -34 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Meskipun secara umum inflasi terjadi di Maluku selang periode November 2018 kemarin, namun ada kelompok bahan makanan yang tetap menyumbang deflasi.

Hal ini dibenarkan kepala Balai Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Dumangar Hutauruk, kepada wartawan, di Kantor BPS Provinsi Maluku, Senin (10/12).

Dalam periode dimaksud, akunya, kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 1,40% (mtm), atau lebih tinggi jika dibanding deflasi bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,85% (mtm).

”Deflasi pada kelompok bahan makanan disebabkan oleh deflasi pada subkelompok sayur-sayuran dan subkelompok ikan segar yang tercatat mengalami deflasi masing-masing sebesar 4,75% (mtm) dan 1,98% (mtm),” ujarnya.

Link Banner

Turunnya harga kangkung dan pepaya muda, tegasnya, menyebabkan deflasi pada subkelompk bumbu-bumbuan.

Baca Juga  Tidak Transparansi Soal DD, Kades Koititi Didemo Warganya di Tengah Covid-19

Deflasi pada kelompok bahan makanan, jelasnya, tertahan oleh inflasi pada komoditas buncis akibat kurangnya pasokan buncis.

Melimpahnya pasokan ikan segar di pasar, terangnya, menyebabkan terjadinya deflasi poada subkelompok ikan segar.

”Hal ini didukung oleh konsistensi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku untuk berkoordinasi dengan Perusahaan Pengolahan Ikan (UPI) untuk menyetorkan 10% dari hasil tangkapan ikan ke pasar Maluku,” pungkasnya. (vanessya)