November 2019, Kota Ambon dan Kota Tual Alami Deflasi Sebesar 0,83 dan 0,46 Persen

Porostimur.com | Ambon: Periode November 2019, dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Indonesia, tercatat 57 kota mengalami mengalami inflasi dan 25 kota mengalami deflasi.

Kota Ambon dan Tual termasuk di dalam 25 kota yang mengalami deflasi. Dari data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Ambon mengalami deflasi sebesar 0,83% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 133,35 dan kota Tual mengalami deflasi sebesar 0,46% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 159,20.

Hal ini dikemukakan oleh Kepala BPS provinsi Maluku, Dumangur Hutauruk kepada awak media di kantor BPS Provinsi Maluku Senin, (2/12/2019).

Berdasarkan hasil pantauan BPS, pada November 2019 deflasi di Kota Ambon terjadi penurunan IHK dari 134,47 pada Oktober 2019 menjadi 133,35 pada November 2019 dan kota Tual Mengalami penurunan IHK dari 159,94 pada Oktober 2019 menjadi 159,20 pada November 2019.

Menurutnya, deflasi di Kota Ambon terjadi karena adanya penurunan IHK pada tiga kelompok pengeluaran yakni kelompok bahan makanan sebesar 4,14%, kelompok Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,25% dan sandang sebesar 0,14%

Empat pengeluaran lainnya mengalami kenaikan IHK, pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,72% kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,36%, kelompok kesehatan sebesar 0,16%, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,03%.

Sedangkan deflasi di kota Tual utamanya terjadi karena kelompok bahan makanan Mengalami penurunan IHK sebesar 2,29%.

Lima kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi yaitu kelompok Transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 2,52%, kelompok kesehatan sebesar 0,58%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,14% serta kelompok Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,10%, kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan dibanding Oktober 2019.

Terdapat 10 komoditas yang dominan memicu deflasi di Kota Ambon dan kota Tual.
” Ada 10 komoditas yang dominan memicu deflasi Kota Ambon yakni ikan layang, daun singkong, cabai merah, cabai rawit, semen, Besi beton kangkung, kacang panjang, ikan selar/tude dan ikan cakalang asap. Begitu pula ada 10 komoditas dominan yang memicu deflasi di kota Tual yakni daun singkong, ikan kembung, ikan kakap putih, ikan layang/mumar, ketela rambat enbal gepe, kangkung, ikan teri, ikan baronang dan ikan selar/tude.” ungkap Hutauruk.

Selanjutnya, dari 82 kota IHK di Indonesia, IHK Kota Ambon menduduki peringkat 69, dan IHK kota Tual masih tetap menduduki peringkat satu. (shinta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: