November, Ambon inflasi 0,85% dan Tual inflasi 1,04%

oleh -53 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Dalam periode bulan November 2018, 70 kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi dari total 82 kuota indeks harga konsumsi di Indonesia.

Dari data tersebut, Kota Ambon mengalami inflasi sebesar 0,85% dengan indeks harga konsumsi (IHK) 128,68, sedangkan Kota Tual mengalami inflasi sebesar 1,04% dengan indeks harga konsumen (IHK) 154,98.

Hal ini ditegaskan Kepala BPS Provinsi Maluku Dumangar Hutauruk, kepada wartawan, di Ambon, Senin (3/12).

Menurutnya, inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 2,05% dengan (IHK) 139,50, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Balikpapan sebesar 0,01% dengan (IHK) 137,85.

Dalam catatan pihaknya, selang periode November 2018 kemarin, (IHK) Kota Ambon menduduki peringkat 76, inflasi bulanan Kota Ambon menduduki peringkat 7, inflasi tahun kalender Kota Ambon menduduki peringkat 45 dan inflasi tahun ke tahun Kota Ambon menduduki peringkat 60.

Sementara (IHK) Kota Tual, akunya, menduduki peringkat 1, inflasi bulanan Kota Tual menduduki peringkat 4, inflasi tahun kalender Kota Tual menduduki  peringkat 77, serta inflasi tahun ke tahun Kota Tual menduduki peringkat 59.

Baca Juga  Punya Perhiasan Imitasi? Ini 5 Cara Mudah Merawatnya Agar Awet dan Antikusam

Diakuinya, inflasi di Kota Ambon terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen (IHK) pada 6 kelompok pengeluaran yakni pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,06% kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,03% kelompok sandang sebesar 1,39% kelompok kesehatan sebesar 0,22% kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,59% dan pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,89%.

Deflasi, akunya, hanya terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 1,80%.

Dimana, komoditi-komoditi dalam paket komunitas indeks harga konsumen (IHK) Kota Ambon yang mengalami kenaikan harga memberikan sumbangan/andil terhadap inflasi Kota Ambon sebesar 1,4379%, sedangkan komoditi-komoditi yang mengalami penurunan harga memberikan sumbangan/andil bagi inflasi Kota Ambon sebesar -0,5838%.

Baca Juga  Soamole Wakili Kepulauan Sula ke Lomba Desa Tingkat Provinsi

”Komoditas yang dominan menyumbang inflasi di Kota Ambon adalah angkutan udara, tukang bukan mandor, cat kayu/cat besi, bahan bakar rumah tangga dan biaya jaringan seluler TV. Komoditas yang dominan menyumbang deflasi di Kota Ambon adalah kangkung, daging ayam ras, ikan layang, ikan cakalang asar dan ikan selar,” jelasnya.

Selain Kota Ambon, terangnya, nflasi sebesar 1,04% di Kota Tual terjadi akibat adanya kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 153,38 pada Oktober 2018 menjadi 154,98 pada November 2018. Inflasi tahun kalender kota tual pada November 2018 sebesar 1,09% dan inflasi tahun ketahun (November 2018 terhadap November 2017) sebesar 2,64%.

Dimana, inflasi di Kota Tual terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen (IHK) pada 6 kelompok pengeluaran yakni pada kelompok bahan makanan sebesar 2,17% kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,30%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,23%, kelompok sandang sebesar 0,04%, kelompok kesehatan sebesar 0,06% dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,01%.

Baca Juga  Satgas Pengamanan Maluku Utara Yonif RK 732/Banau Gelar Vaksinasi Covid-19

Pada kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olahraga, akunya, tidak terjadi kenaikan maupun penurunan indeks harga konsumen (IHK).

Komoditi-komoditi dalam paket komoditas (IHK) Kota Tual yang mengalami kenaikan harga, tegasnya, memberi sumbangan/andil terhadap inflasi Kota Tual sebesar 2,1631% dan komoditi-komoditi yang mengalami penurunan harga memberikan sumbangan/andil bagi inflasi Kota Tual sebesar -1,1201%.

”Komoditas yang dominan menyumbang inflasi Kota Tual adalah ikan layang, ikan ekor kuning, daun singkong, ikan kembung dan enbal gepe. Komoditas yang dominan menyumbang deflasi di Kota Tual adalah ikan kakap putih, bayam, ikan kakap merah, ikan cakalang dan ikan teri,” pungkasnya. (vanessya)