Nurwahida M. Djae Penyanyi Daerah Malut Dilaporkan ke Polisi

oleh -100 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Penyanyi lagu qasidah dan lagu daerah Maluku Utara Nuwahida M. Djae dan seorang rekannya yang bernama Marwati Mologotu dilaporkan ke Polres Halmahera Selatan atas dugaan pencemaran nama baik, Selasa (1/9/2020)

Nurwahida dilaporkan oleh Maryam Salamat bersama kuasa hukumnya Sergi Sahadin, SH dari Yayasan Bantuan Hukum Halmahera Selatan.

“Kuasa hukum dari yayasan bantuan hukum mendatangi SPKT Polres Haslel bersama klien kami Maryam Salamat untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan atau tuduhan yang disampaikan oleh Nurwahida M.Djea dan Darmawati Mologotu terhadap klien kami Maryam Salamat, ” ujar Sergi Sahadin,SH.

“Yang dilakukan di hadapan khalayak umum atau orang banyak tepatnya di Desa Pasembaos, Kecamatan Botanglomang kini harus sampai ke ranah hukum,” tambahnya.

Link Banner

Sergi menuturkan bahwa, berdasarkan dugaan tuduhan yang delakukan oleh Nurwahida terhadap kliennya Maryam Salamat di hadapan umum tepatnya di Desa Pasembaos Kecamatan Botanglomang, dimana Nurwahida dengan suara lantang berteriak “Maryam so kase lari kita pe doi Rp.58 Juta, deng tamba lagi dia kase lari kita pe motor dua unit dan salon sound music”.

Baca Juga  Dewan Pers Sampaikan Point Penting Hadapi Covid-19

“Kami dari pihak kuasa hukum Maryam Salamat akan terus mengawal proses hukumnya hingga tuntas,” tegasnya.

Lanjut Sergi, perbuatan yang dilakukan oleh Nurwahida M. Djea dan Darmawati Mologotu sebagai terlapor telah mencederai nama baik kliennya atas nama Maryam Salamat beserta nama baik keluarga besar Maryam Salamat.

“Atas ungkapan, tuduhan dan atau pencemaran nama baik yang dilakukan oleh terlapor Nurwahida di hadapan umum atau orang banyak secara langsung maupun melalui Media Social ( Medsos),” pungkasnya.

Sergi memyebutkan, perbuatan tersebut juga telah melanggar pasal 310 dan Pasal 311 KUH-Pidana Junto Pasal 27 UU ITE . Dengan ancaman 4 tahun penjara.

Sergi Sahadin, SH berharap agar laporan tersebut dapat memberi pelajaran hukum bagi para setiap orang yang munuduhkan sesuatu tanpa bukti yang jelas kepada siapa saja termasuk kliennya yang sudah dirugikan secara psikis maupun materil, (adhy)