Nuryadin: Sudah Saatnya Pengiat Sepakbola Maluku Utara Bersatu

oleh -138 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Manejer tim sepakbola Pra PON 2020 Maluku Utara, Nuryadin Rahman mengajak seluruh pengiat sepak bola di provinsi berbasis kepulauan itu untuk bersatu membangun sepakbola Maluku Utara.

“Saya kira inilah saatnya seluruh pengiat sepakbola di Maluku Utara bersatu bergandengan tangan untuk membangun sepakbola Maluku Utara. Kalau kita bersatu kita pasti bisa,” katanya kepada porostimur.com, di Ambon, Selasa (10/12/2019).

Hal ini disampaikannya ketika ia berhasil membawa tim sepakbola Maluku Utara meraih tiket PON 2020 Papua lewat babak penyisihan Zona 7 di Stadion Mandala Remaja, Ambon, Senin (9/12).

Menurut dia selama ini banyak pihak yang selalu berjalan sendiri-sendiri untuk membangun sepakbola Maluku Utara, sehingga hasilnya pun negatif. Alhasil selama 20 tahun usia provinsi, Maluku Utara sulit sekali lolos ke PON.

Bagi Nuryadin saat pertama kali ditunjuk sebagai manajer tim sepakbola Maluku Utara, mimpinya hanya satu yakni memutuskan kutukan tak pernah lolos ke pesta olahraga nasional empat tahunan itu.

Baca Juga  Bahas Covid-19, Gubernur Sulut Gelar Video Converence dengan Forkopimda

Menurut dia kerja keras tim pelatih Rehmat “Poci” Rivai, Kadar Usman dan Hengky Oba serta seluruh tim membuat harapan dan mimpi masyarakat Maluku Utara untuk sepakbola bsa terwujud.

“Target kita ke PON 2020 terpenuhi, nah untuk selanjutnya tentu kita harapkan bisa dapatkan emas di Papua nanti,” ujar dia.

Menurut dia sangat banyak anak-anak Maluku Utara yang bermain sepakbola di luar Maluku Utara, baik di Liga 1 maupun Liga 2 namun sayangnya belum semuanya untuk membesarkan sepakbola Maluku Utara.

Untuk PON nanti ujar dia, akan dilakukan lagi pertemuan dengan ASPROV PSSI dan KONI untuk membicarakan kelanjutan sepakbola Maluku Utara persiapan menuju PON 2020 nanti.

Baca Juga  Klasemen Liga Champions Grup B Setelah Real Madrid Keok dan Inter Milan Menang

“Kalau PON nanti kita pasti akan kerja lebih keras lagi, Kalau kita kerja keras, sudah pasti kita bisa. Lolosnya kita ini adalah penantian yang panjang,” tambah dia.

Maluku Utara, Papua Barat dan Maluku sebelumnya tergabung dalam kualifikasi pra PON 2020 zona 7.

Di laga pembuka, Maluku sebagai tuan rumah berhasil mengalahkan Papua Barat dengan skor 2-1,

Hal yang sama juga terjadi pada laga Maluku Utara vs Papua Barat, dimana Maluku Utara berhasil menang dengan skor 2-1.

Sementara pada pertandingan terakhir, tim asuhan Rahmat Rivai itu berhasil menahan imbang tuan rumah Maluku dengan skor imbang 1:1, sehingga penetuan tim yang mendapat tiket ke PON 2020 Papua, ditentukan melalui mekanisme undian, sebagaimana regulations yang ditetapkan oleh federasi. (red/rtl)