“Obituari Untuk Haji Bur”

oleh -106 views
Link Banner

Oleh: Syaiful Bahri Ruray, Mantan Anggota DPR RI

Innalillahi wa inna Ilaihi Rajiun. Berita mengejutkan hari ini, 4 Juli 2021, adalah berpulangnya Dr.Hi.Burhan Abdurrahman,SH, MH, mantan walikota Ternate dua periode. Bahkan terbetik kabar akan dimakamkan di Makassar. Karena beliau menghembuskan nafas terakhirnya di Makassar. Memang dimana saja dimakamkan, tetap sama-sama bumi Allah jua..Padahal saya baru saja dikirmkan video dari kerabat Alm ketika dalam keadaan sakit, sehari sebelum Alm berpulang. Alm Haji Bur, demikian ia sering disapa, adalah sosok yang telah banyak berkontribusi dalam membangun Kota Ternate sepanjang hayatnya..Sebutlah saja Taman Nukila, Pantai Falajawa, renovasi bersejarah Benteng Oranje, renovasi ini adalah karya terbaiknya yang diakui dunia, dalam forum Internasional tentang peninggalan VOC diseluruh dunia, dilaksanakan lembaga kebudayaan Belanda Erasmus Huis di Jakarta, saya sempat menghadirinya pada 2015, diantara peserta dari Ambon, Jakarta, Malaka, Nagasaki, Srilanka dan Goa India, Suriname, tempat-tempat dimana pos perdagangan VOC pernah didirikan pada masa lalu tsb, Ternate mendapat pujian luar biasa. Haji Bur berhasil merelokasi para anggota TNI dan Polri, penghuni Benteng Oranje ke rumah yang layak huni.

Tahun 2019 alm menerima gagasan kecil saya untuk menjadikan Benteng Oranje sebagai pusat perhelatan budaya, dengan mengadakan Oranje Jazz Festival untuk pertama kalinya pada 2019 lalu, di Oranje juga diadakan pementasan drama klasik terkenal dunia, Don Quixote de La Manche, karya sastrawan Miguel de Carvantes oleh Kedubes Spanyol dan Wartawan Senior Goenawan Mohamad (TEMPO). Dan karya monumental terakhir Alm sebelum berakhir masa baktinya adalah mengantar Baabullah Datuk Syah sebagai Pahlawan Nasional, yang diakui negara pada November 2019 lalu.

Baca Juga  NTP Subsektor Tanaman Pangan Maluku Alami Penurunan

Alm pula yang mengontak dan menunjuk saya sebagai ketua tim penyusun naskah akademis untuk itu. Alm menyampaikan kepada saya, sebelum berakhir masa baktinya, ia sangat berkeinginan menunaikan janjinya kepada rakyat Ternate untuk memperjuangkan Baabullah sebagai pahlawan nasional. Dan janjinya itu, telah ditunaikannya dengan baik. Alm hadir bersama Ir.Akbar Tanjung dan Dr.Abdul Gafur diruang seminar Kampus UI Depok, untuk mendiskusikan Baabullah Datuk Syah.

Saya masih menyimpan SK Alm kepada saya dan tim penyusun naskah akademis, sebagai dokumen sejarah, di depan saya dan tim, alm menandatangani sendiri SK tsb pada Maret 2019 lalu, di ruang kerjanya sambil minum teh, tanpa harus melalui sebuah seremoni resmi. Sebagai orang yang bukan sejarawan, saya merasa ditantang dan mendapat kehormatan luar biasa, dipercaya Alm untuk merangkum kerja besar, merekonstruksi kepingan2 puzzle sejarah yang lama tercecer, memilah-milah antara mitos dan realitas, dengan historiografi yang ketat, karena peristiwa yang telah terpisah dalam rentang sang waktu sepanjang kurun waktu 5 abad tersebut, bukanlah hal mudah.

Baca Juga  AS Roma Kembali ke Jalan yang Benar

Berbagai dokumen dari Ambon, Lisabon, Madrid, hingga London dan Leiden, tim bekerja mengumpulkannya, sebagai referensi sezaman (sebagai primary resourcess), memilah yang mana yang layak dijadikan referensi utama dalam menyusun naskah akademis tersebut.

Alhamdulillah, naskah tersebut, setelah ditandatangani alm, dinyatakan lolos tanpa rekonfirmasi lagi oleh Tim TP2GD Pusat dibawah Mensos, dan terus lancar hingga sampai ke pihak Sekneg.

Tadi, begitu melihat video Alm dalam keadaan lemah dan sesak nafasnya, tak terasa, air mata saya menetes diantara Al Fatihah yang saya kirimkan kepada alm..Allah juga pemilik segalanya…

Insha Allah diterima semua amalan baiknya Alm dan diampuni segala khilaf oleh Allah Azzawajalla..

Selama bersahabat dengan Alm, sejak beliau pejabat pada SamSat dan Pajak Daerah, Alm adalah sosok yang tak pernah menghardik orang lain, apalagi bersuara keras terhadap bawahannya..ketika ia sebagai walikota mengajurkan Prokes di pasar sayur Kota Ternate, ia malah ditentang oleh pedagang pasar. Mereka malah menghardik balik kepada sang walikota, bahwa covid adalah konspirasi pemerintah pusat dan itu politik pe hal alias hoax..”jang larang torang bajual deng suru pake masker..” Haji Bur pun mengalah, tak mau keras kepada rakyatnya..Padahal ia menganjurkan hal itu demi keselamatan warganya, salus populis suprema lex esto, kata filsuf Cicero, keselamatan rakyat adalah konstitusi tertinggi..dan akhirnya Haji Bur pun pergi dengan covid sebagai perantara bagi datangnya sang takdir…walau ikhtiar telah dilakukan, namun takdir tak dapat dibendung. Tugas manusia, dengan perangkat yang Allah berikan demikian lengkap, adalah untuk berikhtiar semaksimal mungkin. Bukannya kita balik menantang takdir.

Baca Juga  China dan Tantangan Regional Indonesia

Haji Bur, sosok yang low profile itu, telah memberi pelajaran banyak bagi kita..ia sangat dekat dengan Habib Abubakar Al Atas, dan menjadi anggota Majelis Taklim Habib Abubakar Al Atas, Mufti Kesultanan Ternate..Alm jika berbicara dengan saya, selalu berbisik, pelan, bahkan saya sering berbahasa Tidore patah2 dengan beliau, sebagai sahabat. Ternyata Allah menentukan di Makassar lah sang malaikatul maut datang bersalaman dan melaksanakan akhir tugas kehidupan bagi Alm..

Selamat jalan sahabatku..

(Pojok Jarod, 4 Juli 2021)