OJK: Positif, penyaluran kredit triwulan IV 2017

oleh -38 views
Link Banner

@PorosTimur.com | Ambon : Menutupi triwulan ke-IV tahun 2017 ini, penyaluran kredit yang sehat oleh perbankan di Maluku menunjukkan tren yang cukup baik.

Pasalnya, setelah berada posisi 12% pada bulan Agustus, pertumbuhan angka kredit perlahan bergerak naik pada bulan September menjadi 12.93%.

Riilnya, penyaluran kredit beranjak dari Rp 1,24 trilyun naik menjadi Rp 10,83 trilyun.

Bahkan, pertumbuhan kredit di Maluku lebih baik dari pertumbuhan kredit nasional yang baru mencapai 7,90% atau  Rp 339,07 trilyun.

Link Banner

Hal ini dibenarkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Bambang Hermanto, dalam keterangannya kepada wartawan, di Ambon, Kamis (14/12).

Peningkatan signifikan akan kredit ini, jelasnya, dikarenakan meningkatnya kebutuhan menjelang perayaan Natal 2017 dan persiapan menyongsong Tahun Baru 2018.

Baca Juga  Rumah Makan Mujair di Desa Hatebicara Ludes Terbakar

”Ini tercermin dalam share kredit produktif dan konsumsi pangkas kredit dalam 3 bulan terakhir dalam tahun tersebut yakni 66,88% pada akhir triwulan II 2016 menjadi 68,24% di akhir tahun 2016,” ujarnya.

Sesuai data bank-bank pelaksana KUR, akunya, hingga Oktober 2017 tercatat 32,917 debit dan baki debit KUR sebesar Rp 507,10 milyar.

Dimana, capaian ini lebih baik dibanding periode tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 23,817 debit.

Dari total KUR, jelasnya, 74,08% dimanfaatkan pengusaha mikro dan kecil untuk modal kerja usaha.

”Jadi target plafon penyaluran KUR pada tahun 2016 sebesar Rp 413,38 miliar dengan capaian realisasi melebihi target sebesar Rp 598,71 miliar atau 144,83% dari rencana awal tahun. Sedangkan pada tahun 2017 target KUR bulan Oktober 2017 adalah 70,87% dari total plafon yang ditargetkan dan diyakini akan memenuhi target pada posisi akhir tahun 2017,” jelasnya.

Baca Juga  Tingkatkan Karakter dan Mental Personil, Brimob Maluku Laksanakan Program Binrohtal

Pada penyaluran kredit dimaksud hingga September 2017, terangnya, Kota Ambon berada pada peringkat teratas dengan nilai kredit mencapai Rp 6,16 trilyun, diikuti Maluku Tenggara/Kota Tual dengan total nilai kredit Rp 1,74 trilyun dan Kabupaten Maluku Tengah sebesar Rp 1,40 trilyun .

Begitupun posisi kredit tertinggi, timpalnya, berada di Kabupaten Seram Bagian Timur dengan presentase kredit 25,05%.

Sementara untuk debitur, tambahnya, didapatkan dari pihak ketiga (DPK) berupa simpan giro, tabungan dan deposito masyarakat dalam industri perbankan.

”Sejalan dengan peningkatan DPK, total aset perbankan yang menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 11,49%. Pertumbuhan tersebut meningkat signifikan dibandingkan posisi bulan Agustus 2017 sebesar 5,74%,” pungkasnya. (Grace Pello)