Oknum Babinsa Diduga Aniaya Satu Warga Desa Kandar

oleh -688 views
Link Banner

Porostimur.com | Kandar: Aparat keamanan, baik Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) maupun Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah seharusnya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat, karena itu setiap aparat keamanan pasti ditugaskan di setiap Desa, Negeri dan Kelurahan atau yang sering dikenal dengan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Namun tugas yang mulia ini, sering disalahgunakan oleh oknum Polisi dan Tentara yang ditugaskan di setiap Desa, Negeri dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas melindungi dan mengayomi masyarakat setempat.

Di Desa Kandar, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulaun Tanimbar (KKT), Provinsi Maluku, terjadi lagi penganiayaan yang dilakukan oleh Babinsa Kandar, Praka Fredy Soparwane terhadap salah satu warga Desa Kandar yaitu Edy Refualu.

Baca Juga  Masyarakat Malut Sumbang Rp 500 Juta untuk Palestina

Hal ini disampaikan oleh Hendra Refualu selaku adik dari Edy Refualu (korban), kepada Porostimur.com melalui via telepon, Jumat (2/7/2021).

Menurut Hendra, saat ini Desa Kandar sementara melakukan persiapan untuk mengikuti Lomba Desa ditingkat Provinsi, termasuk membersihkan dan merapikan pagar pekarangan rumah penduduk sesuai standar yang diinginkan pemerintah Desa Kandar.

Diakui Hendra, bahwa dari sekian banyak pagar pekarangan warga Desa Kandar yang belum sesuai standar, salah satunya adalah milik korban (Edy Refualu) sehingga oleh Pemerintah Desa Kandar melalui Sekretaris Desa (Sekdes), Berty Masela lewat alat pengeras suara mengingatkan warga untuk merapikan dan memperbaikinya. Namun saat itu korban tidak ada ditempat karena sementara berada di Saumlaki.

Baca Juga  Sesalkan Kapal Kandas, DPRD Maluku Akan Panggil Dinas Perhubungan, Pelni dan Pelindo

Saat korban kembali ke Kandar, dirinya melihat pagar pekarangan rumahnya sudah dirobohkan oleh pemerintah setempat. Melihat kejadian tersebut, korban menghampiri rumah Sekdes untuk menanyakan kenapa pagar pekarangan rumahnya dirobohkan. Kemudian terjadi cekcok mulut antara Sekdes dan korban, bahkan ada kalimat yang dikeluarkan oleh sekdes setempat bahwa “Kamu tidak tau malu”, ujar Hendra meniru perkataan Sekdes.

Usai cekcok mulut, korban langung pulang ke rumah. Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba muncul Babinsa, Fredy Soparwane memukul bahkan menendang korban sampe babak belur, tanpa alasan yang jelas kenapa korban harus dipukul.

Lanjut Hendra, setelah ditanya-tanya dan mendapat informasi, ternyata Babinsa tersebut menganiaya korban karena mendapat instruksi dari Bendahara Desa Kandar, Simson Luanmas.

Baca Juga  Rilis album kedua, Kunto aji bakal kasih bocoran.

“Yang sangat disayangkan oleh saya dan keluarga ialah Babinsa itu kan bukan atasannya kepada Bendahara Desa, mengapa harus mendengar perintah dan lalu langsung memukuli Edy? Selain itu peran Babinsa di Desa kan untuk melindungi, mengayomi dan mengedukasi masyarakat, bukan jadikan masyakat sebagai lawan dan musuh untuk ditindak, seperti yang dialami oleh Edy”, tandasnya.

Terhadap kasus penganiayan ini, Hendra dan keluarga korban lainnya sudah bersepakat untuk menindaklanjuti dan memproses kejadian ini secara hukum. Hal ini dilakukan supaya menjadi catatan bagi yang petugas keamanan lainnya agar tidak bertindak seenaknya terhadap masyakat kecil dan lemah. (olof)