Oknum Perwira Polda Maluku Aniaya Warga Kudamati

oleh -277 views
Link Banner

@porostimur.com | Ambon: Oknum perwira Polda Maluku, IPTU Thomas Keliombar akhirnya berurusan dengan satuannya sendiri.

Perwira dua balak itu dilaporkan ke Propam Polda Maluku lantaran menganiaya Oktovianus Jacobis Simatauw (47), salah satu warga Kampung Siwang, Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, Senin (29/7), sekitar pukul 13.39 Wit.


Berdasarkan kronologis yang diceritakan isteri korban, Margarita Simatauw, kepada Spektrum, di Ambon, Selasa (30/7) kemarin, kejadian penganiayaan berawal saat antrian di ATM BRI, yang berlokasi di kawasan Ay. Patty, Kecamatan Nusaniwe, Ambon.

Korban Oktovianus Jacobis Simatauw


Diceritakan, saat itu, korban yang sementara melakukan transaksi di mesin ATM BRI, tiba tiba dikejutkan dengan kemunculan sang perwira dibelakangnya.

Link Banner

Sementara diketahui, masih sekitar 3 atau 4 orang yang mengantri untuk melakukan transaksi.

Baca Juga  Setara Institute: Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme Lemahkan Reformasi Sektor Keamanan

Keberadaan sang perwira kemudian ditegur oleh korban dengan mengatakan secara halus “Bos, palang palang, yang dibelakang juga ada antri”.

Namun sang perwira tersebut tidak terima dengan teguran korban. Keliombar lantas mengatakan “ose seng tau beta sapa” dan langsung menampar korban hingga mengenai pipi dan telinga bagian kiri korban.

“Pas dia tampar, lalu paitua pung kacamata jatuh. Ini kejadian masih didepan mesin ATM. Beta paitua seng malawang, lalu dia ambil kacamata lalu dia bilang “Bos, kan beta cuma bilang”. Setelah itu paitua keluar dari ruang mesin ATM,” jelas isteri korban.

Namun setelah korban meninggalkan ruang mesin ATM, pelaku ternyata mengikuti korban dan kembali memukul korban dari arah belakang dan mengenai bagian telinga sebelah kiri korkir atau tempat yang sama saat pelaku melakukan penamparan tadi.

Baca Juga  Usai Rakor Penanganan Corona, Danlantamal VIII dan Forkopimda Pantau Kesiapan Rumkital dr. Wahyu Slamet Bitung

“Beta paitua su kaluar, ada baru dua langka, tiba tiba dia kaget pelaku pukul ditempat yang sama tapi dari arah belakang. Tapi beta paitua seng ada perlawanan,”ujar isteri korban.

Atas perlakuan Thomas itu, Senin (29/07), korban bersama isterinya melapor ke Mapolda Maluku. Laporan tersebut, tertuang dalam Tanda Bukti Lapor dengan nomor : TBL/337/VII/2019/MALUKU/SPKT dengan jenis perkara penganiayaan.

Selain pidana, Thomas juga dilaporkan terkait kode etik selaku anggota polri ke Propam Polda Maluku, dengan surat tanda penerimaan laporan bernomor : STPL/79/VII/2019/Yanduan. Yang menerima laporan yakni, Brigpol Alberth Lewerissa.
“Suami saya juga sudah divisum di Rumah Sakit Bhayangkara, Tantui.

Saat ditanya dari mana korban dan isteri mengetahui jika pelaku adalah anggota polisi dan bernama sesuai tersebut diatas, Margarita mengaku bahwa pasca kejadian, dirinya menanyakan pada dua saksi, yakni sacurity dan anggota polisi bertugas tentang siapa sebenarnya pelaku.

Baca Juga  Mediasi Gagal, Kepsek SMP 2 Sanana Utara Tetap Proses Hukum Kadiknas Kepsul

“Beta tanya, itu sapa, lalu dong bilang itu Thomas Keliombar, dia polisi,”ujar isteri korban.(tim)