Oknum Perwira Polda Maluku Diduga Aniaya Warga Talake

oleh -654 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Lodwijk Adam warga Talake RT 003 RW 02, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, menjadi korban pemukulan oknum perwira Polda Maluku berinisial (TK), pada Kamis (13/1/2022) kemarin.

Lodwijk Adam menjelaskan, pada saat itu ia sedang duduk di pangkalan ojek bersama rekannya dan sempat melihat mobil patroli polisi yang melaju ke arah Talake Dalam, ia pun mengeluarkan kalimat ‘’Mau pigi tangkap orang kapa” tanpa menyebut nama.

“Jadi waktu itu, beta ada duduk di pangkalan ojek muka, deng tamang. Waktu katong duduk, ada mobil patroli polisi lewat, beta bilang mau tangkap orang kapa? Itu saja,” terang dia kepada para jurnalis pada Jumat (14/1/2022).

Adam menambahkan, besoknya ketika dia sedang duduk di pangkalan ojek, Keliombar lewat dengan mobil lalu turun menanyakan terkait bahasa yang dia keluarkan kemarin. Katanya, teman yang duduk dengannya kemarin lapor kalau bahasa yang dia keluarkan itu tujuannya untuk menyindir Keliombar.

“Jadi beta duduk di tampa ojek, Keliombar lewat deng mobil, pas lewat dia turun tanya beta. Katanya, kemarin teman yang beta duduk sama-sama lapor kalo beta bilang patroli masuk tangkap Keliombar karena narkoba, lalu dengan emosi Keliombar pukul beta sampe beta terjatuh,” jelas dia.

Baca Juga  Maluku Miskin Karena Memang Miskin

Akibat insiden itu, korban mengalami luka ringan di bagian pipi, kaki dan tangan.

Saat dikonfirmasi, korban menerangkan ia dipukul empat kali di bagian wajah dan satu kali di kepala bagian belakang hingga jatuh. Diketahui korban dipukul sekitar pukul 18.00 WIT di pangkalan ojek Talake Dalam.

Saudara korban Lusie (49) membenarkan, korban dianiaya oleh Keliombar bahkan diancam dan dicaci maki.

Pihak korban mengaku telah melaporkan masalah ini ke Polda Maluku dan telah melakukan visum.

Keliombar ketika dimintai keterangan, mengakui bahwa benar dirinya memukul korban, karena korban melakukan pencemaran nama baik.

“Memang betul saya pukul. Karena memang dia (korban) telah melakukan pecemaran nama baik saya, dia bilang polisi datang tangkap saya, karena pakai narkoba. Apa betul saya pakai narkoba, itu kurang ajar,” terang dia.

Baca Juga  Bareskrim Tetapkan Ambroncius Nababan Jadi Tersangka!

Keliombar mengatakan, masa ada hari itu, adalah hari ulang tahun saya jadi anggota polisi, BNN semua menghadiri acara. Jadi mobil polisi, mobil BNN semua juga masuk ke sana. Tiba-tiba besok gempar dengan apa yang dikatakan bahwa saya ditangkap karena pakai narkoba.

“Jadi memang gempar bahwa saya ditangkap, ketika diberitahu juga saya kaget, jadi memang saya sangat emosi dengar seperti itu,” tegas dia.

Keliombar juga menjelaskan, korban mungkin menyimpan dendam padanya, karena dahulu korban adalah anak buahnya di Benpit Hotel dan Restoran.

“Mungkin dia lagi dendam, karena dahulu dia itu kerja dengan saya di Benpit Hotel dan Restoran tapi saya pecat dia. Jadi, mungkin faktor itu jadi dia cari-cari masalah sama saya,” ungkap dia.

Baca Juga  Bersepeda, Kapolda Maluku Cek situasi Kamtibmas Kota Ambon

Keliombar juga menuturkan, terkait kata-kata yang dia dilepaskan kepada saudara perempuan korban karena merasa diganggu. Saat pihak berwajib Provost Polda Maluku sedang meminta keterangan darinya.

“Jadi memang saya marah karena ada petugas provost dari polda sedang berbicara, kakak korban ini datang mengganggu. Kalau provost datang untuk tangani berarti mereka sudah tau masalah, jangan diganggu,” kata dia.

Keliombar juga menambahkan, terkait dengan masalah yang dipublikasikan di media, dirinya menyarankan agar masalah seperti ini tidak diambil dari satu pihak saja tapi harus mendengar penjelasan dari kedua pihak.

(Nicolas/Akib)