Oknum Polisi Kembali Intimidasi Jurnalis di Ternate

oleh -60 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Oknum Polisi kembali melakukan intimidasi dan tindakan tidak menyenangkan terhadap jurnalis di Ternate, Maluku Utara.

Kali ini oknum bhayangkara itu merebut secara paksa handphone milik Jurnalis yang tengah merekam pembubaran paksa oleh aparat Kepolisian terhadap aksi mahasiswa yang berlangsung di depan Polres Ternate, Maluku Utara, Kamis (29/10).

Saat sejumlah mahasiswa diamankan pihak kepolisian, para jurnalis mencoba mengambil gambar untuk keperluan pemberitaan.

Namun dua oknum polisi diduga menghalangi dengan merampas alat atau handphone milik wartawan dan berusaha menghapus dokumentasi penahanan mahasiswa tersebut.

“Pada saat melakukan peliputan, handphone saya dirampas saat sedang mengambil dokumentasi,” ungkap Fikram Sabar, wartawan koridormalutnews.com.

Tindakan yang diduga melanggar Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers itu, kata dia, terjadi sekitar pukul 15.57 WIT.

Baca Juga  Panglima TNI serukan netralitas TNI dan PNS TNI

“Tidak hanya mendorong dan meminta kami untuk tidak merekam, tetapi juga mengeluarkan bahasa-bahasa yang bagi kami sangat menyakitkan profesi kami,” jelasnya.

“Padahal saya sudah mengatakan bahwa saya ini pers dan saya sedang melakukan tugas saya. Tetapi hal itu kemudian tidak diindahkan,” tutur Fikram.

Setelah sejumlah jurnalis yang ada di lapangan bersikeras, ponsel tersebut akhirnya dirampas kembali dari tangan oknum polisi.

Wakapolres Ternate Kompol Jufri Dokumalamo saat dikonfirmasi menyatakan, insiden tersebut merupakan miskomunikasi.

“Kadang di lapangan anggota kita tidak bisa terkontrol,” ujarnya.

Atas insiden itu, Jufri meminta maaf terhadap jurnalis korban dugaan intimidasi oknum polisi tersebut.

“Secara institusi, kami mohon maaf kepada rekan-rekan jurnalis yang diperlakukan seperti itu,” ucapnya.

Baca Juga  Fifian Adeningsi Mus Bakal Menjadi 'Kuda Hitam' di Pilkada Kepulauan Sula

Jufri menegaskan, jika terbukti oknum polisi melakukan kekerasan dan menghalang-halangi jurnalis dalam peliputan maka akan ditindak tegas.

“Karena selaku unsur pimpinan, kami sudah menegaskan bahwa jurnalis itu partner kita di lapangan. Oleh karena itu saya minta rekan-rekan jurnalis mari kita saling bergandeng tangan,” pungkasnya. (red/al/tsc)