Oktober 2020 Kota Ternate mengalami infIasi sebesar 0,28 persen

oleh -43 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) menyatakan, pada Oktober 2020, Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 0,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,49.

Kepala BPS Malut, Atas Parlindungan Lubis di Ternate, Senin, mengatakan, dari 90 kota IHK, 66 kota mengalami inflasi dan 24 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,04 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota DKI Jakarta, Cirebon, Bekasi, dan Jember sebesar 0,01 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari sebesar 1,81 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Surabaya sebesar 0,02 persen.

“Tingkat inflasi tahun kalender Oktober 2020 (Oktober 2020 terhadap Desember 2019) sebesar 0,63 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2020 terhadap Oktober 2019) sebesar 1,20 persen”, kata Lubis melalui keterangan tertulisnya, Senin (2/11/2020).

Baca Juga  Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Ambon, Rabu, 13 Mei 2020

Lubis menjelaskan, pada Oktober 2020, Kota Ternate mengalami inflasi pada empat kelompok pengeluaran, deflasi pada empat kelompok pengeluaran dan tiga kelompok pengeluaran stagnan. Kelompok yang mengalami inflasi yaitu kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 1,15 persen; kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,08 persen; kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,85 persen; dan kelompok Kesehatan sebesar 0,62 persen.

“Kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,05 persen; kelompok Transportasi sebesar 1,09 persen; kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 4,43 persen; dan kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,14 persen”, bebernya.

“Sementara kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan; kelompok Pendidikan; dan kelompok Penyedia Makanan dan Minuman/Restoran tidak mengalami perubahan indeks (stagnan),” sambungnya.

Baca Juga  The Australian: Indonesia Makin Dekati Sistem Partai Tunggal

Lubis menambahkan, perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober 2020 secara umum di Kota Ternate menunjukkan adanya kenaikan harga.

“Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Maluku Utara dan BPS Kota Ternate, pada Oktober 2020 terjadi inflasi sebesar 0,28 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,20 pada September 2020 menjadi 104,49 pada Oktober 2020”, tukas Lubis.

“Tingkat inflasi tahun kalender Oktober 2020 sebesar 0,63 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2020 terhadap Oktober 2019) sebesar 1,20 persen”, imbuhnya.

Parlindungan Lubis juga menjelaskan bahwa pada Oktober 2020, Kota Ternate mengalami inflasi pada empat kelompok pengeluaran, deflasi pada empat kelompok pengeluaran dan tiga kelompok pengeluaran stagnan.

“Kelompok yang mengalami inflasi yaitu kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 1,15 persen;
kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,08 persen; kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,85 persen; dan kelompok Kesehatan sebesar 0,62 persen,” ungkap Parlindungan.

Baca Juga  Zidane, Anak Hilang yang Kembali Ditemukan Real Madrid

Dia juga bilang bahwa kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan
Bakar Rumah Tangga sebesar 0,05 persen; kelompok Transportasi sebesar 1,09 persen;
kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 4,43 persen; dan kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,14 persen.

Sementara kelompok Informasi, Komunikasi, dan JasaKeuangan; kelompok Pendidikan; dan kelompok Penyedia Makanan dan Minuman/Restoran tidak mengalami perubahan indeks (stagnan). Beberapa komoditas yang dominan mengalami kenaikan harga sehingga menyebabkan inflasi Oktober 2020 di Kota Ternate antara lain: ikan cakalang, ikan tuna, dan cabai rawit. (red)