Ongen Sangadji Desak Wiranto Minta Maaf

oleh -57 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Pernyataan Menko Polhukam Wiranto terkait korban pengungsi gempa bumi supaya kembali ke rumah agar tak menjadi beban pemerintah menuai kecaman berbagai pihak.

Tokoh Masyarakat Maluku di Jakarta, Muhammad (Ongen) Sangadji menilai, sebagai pejabat publik sangat tidak etis mengeluarkan steatement seperti itu.

Ongen mengaku, masyarakat Maluku sangat tersinggung, marah. Sebab, ini telah melukai hati atas pernyataan seorang Menteri.

“Pak Wiranto pengungsi korban gempa di Maluku hanya menjadi beban pemerintah. Itu sangat ngawur,” kata Ongen di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Dia menegaskan, bencana gempa bumi yang terjadi di Maluku beberapa hari yang lalu bukanlah sesuatu yang juga diinginkan oleh masyarakat Maluku. Karena itu, Ongen meminta, Wiranto jangan pernah mengecilkan orang Maluku.

“Orang Maluku tak pernah jadi pengemis. Sejak merdeka sampai sekarang tak pernah minta jabatan. Wiranto harusmeminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Maluku. Jangan aneh-aneh lah jadi pejabat,” ucapnya.

Baca Juga  Prakiraan Cuaca Ambon hari ini, Selasa 25 Agustus 2020

Sebagai perwakilan masyarakat Maluku di Jakarta, Ongen menegaskan, akan terus mendesak Wiranto minta maaf secara terbuka.

Mundur

Sementara itu politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, Wiranto sudah berkali-kali salah memberikan pernyataan yang tidak benar. Mulai dari pilpres, dalam menangani demonstran hingga sekarang makin banyak salah. Terakhir soal korban gempa di Maluku uang disebutnya menjadi beban pemerintah.

“Ini bukan pernyataan yang baik dari seorang pejabat. Kalimat itu tidak seharusnya keluar dari mulut pejabat yang semestinya mengurusi rakyat. Apalagi ini soal bencana bukan soal Polhukam, mengapa Wiranto yang celamitan? Sudah celamitan salah dan menyinggung pula. Saya sarankan Wiranto mundur saja dan minta maaf meski sisa jabatan kurang dari 3 minggu lagi. Bikin masalah saja ditengah masalah bangsa yang banyak ini,” ujar Ferdinand kepada Harian Terbit, kemarin.

Baca Juga  Polres Kepulauan Aru Tangkap Bandar Togel Yang Meresahkan Warga

HarusKlarifikasi

Sementara itu, Advokat Maluku Siwalima se-Jabodetabek meminta Menkopolhukam Wiranto, mengklarifikasi pernyataannya terkait dengan penanganan pengungsi gempa bumi di Maluku.

“Kami meminta pak Menkopolhukam Wiranto menyampaikan klarifikasi secara terbuka atas pernyataan beliau tentang penanganan pengungsi gempa di Maluku, sehingga meresahkan di masyarakat tidak berkepanjangan,” kata Ketua Umum Advokat Maluku Siwalima se-Jabodetabek, Rhony Sapulette di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Rencananya, kata Rhony, perwakilan dari Advokat Maluku Siwalima akan menemui Wiranto, guna meminta penjelasan secara langsung. Setelah pertemuan, ia meminta Wiranto nantinya menjelaskan maksud omongan ke publik melalui media. “Kami sudah meminta bertemu dengan beliau. Beliau akan bertemu setelah kunjungan beliau dari luar negeri,” katanya.

Baca Juga  Polsek Saparua Beri Bantuan Pada Masyarakat Pasca Gempa

Klarifikasi

Adapun Wiranto telah mengklarifikasi pernyataannya. Dia membantah secara sengaja ingin melukai warga Maluku. “Tidak ada alasan dan tidak mungkin saya sengaja melukai hati masyarakat Maluku yang sedang terkena musibah,” ucap Wiranto, Kamis (3/10/2019).

Wiranto mengatakan, dirinya sudah mengumpulkan menteri dan kepala lembaga terkait, guna menanggulangi bencana di Ambon.

“Sebaliknya saya mengundang para menteri terkait yang menangani bencana alam, termasuk Kepala BNPB, untuk segera melakukan langkah-langkah cepat guna meringankan beban pederitaan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Maluku,” tegas Wiranto. (red)