“Kita dulu akan menjalani pertandingan dengan berbeda tiap pekannya. Kadang main tandang di kompetisi Eropa dan bermain serangan balik, atau menghadapi tim kecil di kandang dan kita tahu akan banyak menguasai bola.”
“United terasa agak seperti sepakbola dari zaman kita dulu, 20 tahun lalu,” imbuh Carragher.
Hasil oke musim lalu dianggap memberikan MU ilusi untuk melanjutkan jalan yang sudah ditempuh. Musim lalu, kegagalan merekrut Frenkie de Jong memaksa MU memainkan sepakbola serangan balik.
“Dan saya tak tahu apakah ada pengaruhnya dengan Steve McClaren pernah di Manchester United sebelumnya, juga pernah di bawah Sir Alex Ferguson, mungkin ia berkata ‘Inilah cara main United’. Entah juga ya,” sambung Carragher.
“Bermain serangan balik, cepat dan mengandalkan para pemain sayapnya, dan mereka mungkin bilang ‘Kenapa mengubah ini karena ini cukup berhasil musim lalu, mari kita mencoba membeli pemain yang lebih baik untuk melanjutkan ini’.”
sumber: detiksport









