Pabrik Nikel Antam di Halmahera Timur Akan Beroperasi Pada Tahun 2023

oleh -65 views

Porostimur.com, Jakarta – Holding BUMN pertambangan Indonesia yakni MIND ID menyebutkan, pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) feronikel milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di Halmahera Timur, Maluku Utara baru akan beroperasi pada kuartal dua tahun 2023 mendatang.

Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso menyebutkan bahwa kabar terbaru dari smelter feronikel milik Antam di Halmahera Timur, Maluku Utara memiliki kapasitas sebesar 13,5 KTPA. Smelter ini akan Commercial Operating Date (COD) atau akan dioperasikan pada kuartal 2 tahun 2023.

“Update kami untuk proyek Antam yaitu smelter feronikel Halmahera Timur di Tanjung Buli Halmahera Timur kapasitas 13,5 KTPA COD direncanakan di Q2-2023,” ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI dengan Dirut MIND ID, Jakarta, Kamis (24/11/2022).

Adapun saat ini progres COD Smelter sedang dalam tahap menunggu PT PLN (Persero) untuk melakukan kegiatan konstruksi pembangkit. Hendi menyebutkan kegiatan konstruksi pembangkit rencana akan beroperasi pada Februari 2023.

“Progres yang terjadi sampai sekarang adalah sedang menunggu PLN melakukan kegiatan konstruksi pembangkit yang akan rencananya beroperasi di bulan Februari 2023,” tandasnya.

Selain itu, rencana penggantian elemen brake smelter feronikel membutuhkan waktu hingga 2-3 bulan. Sehingga setelah itu, Hendi menyebutkan commissioning bisa dimulai pada bulan Mei tahun 2023 mendatang. “Dan juga rencana penggantian elemen brake di smelter feronikel yang membutuhkan periode 2-3 bulan sehingga commissioning bisa dimulai di Mei 2023,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Antam, Nico Kanter mengatakan, dengan adanya keterlambatan proyek, sudah pasti hal itu telah berdampak pada bengkaknya biaya investasi.

Menurut Nico, direksi sebelumnya sempat menjanjikan PJBTL dengan PT PLN dapat diteken pada Desember tahun lalu. Dengan begitu, suplai listrik untuk smelter dapat dimulai pada September 2022.

Namun faktanya, PJBTL dengan PLN belum juga ditandatangani, sehingga yang awalnya dicanangkan di bulan Desember (2021), akhirnya molor di bulan April tahun ini.

“Kami tidak mencari kesalahan tapi di dalam PJBTL itu kami coba cantumkan persyaratan delivery time. Bagaimana kita menyiapkan project feni Haltim karena konstruksinya sendiri sudah sampai 98% di Juni. Jadi hanya khusus penyediaan listriknya saja,” kata Nico. (red)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News