Pajak: Gotong Royong untuk Indonesia

oleh -138 views
Link Banner

“Peran Keluarga, Masyarakat dan
Pemerintah dimasa Pandemi
Untuk Indonesia Maju”

Oleh: Ardy Manuputty, Bapenda Provinsi Maluku

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Pandemi Covid 19 merupakan berita yang saat ini sangat menggemparkan dunia maupun Negara kita Indonesia. Untuk itu bagaimana kita bisa bertahan didalam menghadapi situasi seperti ini?
Kembali lagi kita harus terlebih dulu mengetahui “Apa Peran Keluarga, Masyarakat dan Pemerintah dimasa Pandemi ini untuk Menuju Indonesia Maju?”.

Keluarga
Keluarga adalah kumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga (Duval & Logan 1986). Selain itu Keluarga menurut (UU No.10 Tahun 1992) adalah Unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami istri dan anaknya atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya.
Untuk itu Peran Keluarga sangat menentukan berkembang atau tidaknya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dimasa Pandemi ini kita diajarkan bagaimana kita beribadah dari rumah, kita bekerja dari rumah bahkan kita belajar pun dari rumah. Ini seolah-olah mengingatkan kita bahwa betapa pentingnya keluarga untuk kehidupan kita guna dapat menciptakan mentalitas, tanggung jawab atau bahkan emosional kita untuk bersama-sama membangun bangsa kita menuju Indonesia Maju.

Link Banner

Masyarakat
Secara umum Masyarakat adalah sekumpulan individu yang hidup bersama di suatu daerah. Istilah masyarakat ini berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata “syakara” yang berarti ikut serta atau berpartisipasi. Dalam bahasa Inggris disebut “society” yang berarti interaksi sosial, perubahan sosial dan rasa kebersamaan. Menurut (Emile Durkheim) masyarakat adalah suatu kenyataan objektif dari orang-orang yang merupakan anggotanya.
Kita ketahui sendiri bahwa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan keanekaragaman suku/ras, bahasa, budaya dan agama. Untuk itulah kita disatukan dalam satu Kebinekaan, yang sering kita sebut PANCASILA sebagai dasar Negara kita.
Kita sebagai masyarakat haruslah mematuhi bahkan mengikuti anjuran dari pada Pemerintah kita seperti yang dianjurkan masing-masing ajaran agama kita terhadap Pemerintah :
❖ Muslim, (Surat An-Nisa Ayat 59) “Wahai orang-orang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalilah kepada Allah dan Rasul, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya”.
❖ Kristen, Khatolik (Roma 13 : 1) “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang diatasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah : dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah”.
❖ Hindu, Tasya vratani-anu vas caramasi (rgveda viii.25.16) “Sebaliknya rakyat pun wajib mematuhi perintah-perintah pimpinan bangsa”.
❖ Buddha, (Dhammapada, gatha 183) ada kalimat yang berbunyi “kusalassupasampada” yang artinya adalah senantiasa menambah kebajikan.
Pada pidato Kenegaraan tanggal 01 Juni 1945 Presiden Pertama Kita Ir. Soekarno mengatakan “Karena Atas dasar kelima sila inilah kita mendirikan Negara Indonesia yang kekal dan abadi”. Untuk itu kita sebagai masyarakat haruslah mengikuti anjuran yang telah ditetapkan pemerintah, untuk bersama-sama bergotong-royong dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat baik itu aspek Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan, Sosial, Kebudayaan, Politik dan lainnya demi Indonesia Maju.

Baca Juga  Geger, mayat pria penuh belatung ditemukan di Asai

Pemerintah
Dengan mengusung Tema Gotong-royong untuk Indonesia Maju yang diangkat oleh Presiden Kita Joko Widodo pada waktu pidato Kelahiran Pancasila 01 Juni 2020 dimasa pandemi ini. Untuk itu berdasar pada UUD 1945 Pasal 23A dimana Pajak adalah Kontribusi yang dikenakan kepada seluruh Warga Negara Indonesia, warga negara asing yang tinggal secara kumulatif 120 hari di wilayah Indonesia dalam jangka waktu dua belas bulan.
Oleh karena itu kita sebagai warga Negara yang Taat dan Patuh kepada Negara sesuai dengan ajaran Agama yang telah dianjurkan oleh masing-masing agama. Baiknya kita bersama, bergotong-royong membantu Pemerintah dalam hal kesadaran membayar pajak.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Pemerintah Daerah setempat dengan seluruh stakeholder, dalam hal ini Pemerintah Daerah Provinsi Maluku didalam berkontribusi membantu masyarakat melalui Program “Pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor bagi Kendaraan Luar dan di Dalam Daerah Serta Pembebasan Sanksi Administratif Pajak Kendaraan Bermotor Pasca Darurat Bencana Non Alam Corona Virus Disease (Covid 19)”. Yang diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 09 Tahun 2020.

Baca Juga  Puttileihalat wafat, DPRD Maluku gelar Paripurna Khusus

Kesimpulan
❖ Keluarga, Masyarakat dan Pemerintah mempunyai peranan yang sangat penting, hal ini dibuktikan dengan adanya Gotong-royong dari Keluarga, Masyarakat dan Pemerintah yang akan memperkuat seluruh aspek kehidupan baik itu Kesehatan, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Politik.
❖ Dengan adanya Gotong-royong dari Keluarga, Masyarakat dan Pemerintah dapat dilihat sinergitas yang sangat berperan didalam penanganan masalah Pandemi Covid 19 untuk menuju era New Normal.
❖ Pelayanan Publik yang baik tidak akan tercipta, jika tidak adanya dukungan dari Keluarga dan Masyarakat didalam Kesadaran membayar pajak guna untuk mewujudkan Indonesia Maju.
❖ Keluarga, Masyarakat dan Pemerintah tidak dapat dilepaspisahkan, karena ketiga komponen ini merupakan komponen dasar didalam menciptakan Bangsa yang besar untuk Menuju Indonesia Maju pada Era Baru.

Baca Juga  Gunung Botak, terjadi penumpukan masalah dibarengi kepentingan

Tidak ada gading yang tidak retak, adalah setiap manusia pasti memiliki kekurangan atau kelemahan masing-masing, apabila ada kekurangan ataupun kesalahan pada paparan artikel saya, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Terimalah salam saya Orang Bijak Taat Pajak. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *