Porostimur.com, Dobo — Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, S.Sos., M.M., menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan profesionalitas prajurit TNI dalam menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang. Penekanan itu disampaikan saat menutup Pelatihan Terintegrasi Perang Gerilya Tahun 2025 di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru.
Di hadapan ratusan prajurit, Pangdam menyampaikan bahwa penguatan kemampuan tempur harus dibarengi ketabahan, keberanian, serta kerja sama antarpihak untuk mencapai keberhasilan operasi.
Profesionalitas Prajurit Jadi Penekanan Utama
Pangdam menekankan bahwa setiap prajurit harus memahami prinsip dasar profesionalitas, termasuk kemampuan beradaptasi terhadap tantangan yang berubah cepat.
“Pentingnya kerja sama dan koordinasi antara berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama, serta ketabahan dan keberanian dalam menghadapi kesulitan saat menjalankan tugas sebagai prajurit TNI,” ujarnya.
Usai menutup pelatihan, Pangdam menyampaikan apresiasinya kepada seluruh prajurit dan unsur pendukung yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.
“Gelar pelatihan terintegrasi ini akan sering dilakukan untuk meningkatkan kemampuan prajurit, serta pengorganisasian komponen masyarakat dalam mendukung operasi perang gerilya menghadapi tantangan ke depan. Sehingga prajurit lebih siap, dan masyarakat juga bisa turut serta berpartisipasi,” ungkapnya, Selasa (18/11/2025).









