Panglima TNI Mulai Sore Tadi Berkantor di Papua, Kapolri-BIN-Kemenlu Lacak Keterlibatan Asing

oleh -22 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sore taxi berangkat ke Papua dan akan berkantor di sana untuk jangka waktu yang belum ditentukan.

“Tergantung perkembangan situasi di sana,” kata Panglima TNI kepada Antara di Jakarta, Senin (2/9).

Panglima TNI mengatakan memantau situasi di Papua terkini dari jarak lebih dekat secara fisik akan sangat memudahkan dalam proses pengambilan keputusan.

“Karena itu, kami akan berkantor di sana dan berapa lamanya tergantung perkembangan situasi,” ujarnya, menegaskan.

Link Banner

Tentang dugaan keterlibatan asing dibalik aksi unjuk rasa pada Kamis (29/8) yang berujung anarkis, Panglima TNI mengatakan,”intelijen lebih paham,”.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama KSAD Jenderal Andika Perkasa, berfoto bersama para prajurit peserta Latihan Antar Kecabangan (Latancab) Kartika Yudha 2019, Senin (19/8/2019).
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama KSAD Jenderal Andika Perkasa, berfoto bersama para prajurit peserta Latihan Antar Kecabangan (Latancab) Kartika Yudha 2019, Senin (19/8/2019). (TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN)

 Terkait dengan pengamanan Papua terkini, saat ini tercatat sekitar 6.000 pasukan gabungan TNI-Polri diperbantukan untuk menjaga wilayah di timur Indonesia tersebut.

Baca Juga  Menhub Budi Karya Positif Corona

Mereka disebar di beberapa titik di antaranya Jayapura, Nabire, Paniai, Deiyai, Manokwari, Sorong dan Fakfak.

Keterlibatan Asing

Sementara itu, Kepolisian RI berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dalam nenangani masalah kericuhan di Papua.

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menduga, ada keterlibatan pihak asing dalam kejadian itu.

“Ada. Kita sama-sama tahu dari kelompok-kelompok ini ada hubungannya dengan network di internasional,” kata Jenderal Tito di acara Hari Jadi Ke-71 Polwan, di Jakarta, Minggu (1/9/2019).

Selain dengan Kemenlu, Polri berkoordinasi dengan Badan Intelijen Internasional (BIN).

Menurut Tito, pihak-pihak yang diduga menggerakan kericuhan di Papua sudah diketahui.

Polisi telah memetakannya dan mendalami informasi terkait.

Baca Juga  HUT RI ke-73, Kodam Pattimura gelar revitalisasi pantai Teluk Ambon

Jika ditemukan bukti yang cukup, Polri akan menindak pihak tersebut. Tito juga menyampaikan bahwa kondisi di Papua dan Papua Barat sudah terkendali.

“Sudah relatif aman ya,” ujar dia.

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian
KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian (Istimewa)

Hampir 6.000 pasukan gabungan TNI-Polri diperbantukan untuk menjaga wilayah timur Indonesia itu.

Mereka disebar di beberapa titik, di antaranya Jayapura, Nabire, Paniai, Deiyai, Manokwari, Sorong dan Fakfak.

Senada dengan Kapolri, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal juga menduga bahwa ada kaitan antara kelompok-kelompok lokal dengan pihak luar.

Namun demikian, Iqbal enggan mengungkap pihak-pihak tersebut.

“lntinya enggak bisa juga kami sampaikan di sini,” kata Iqbal.

Ia memastikan bahwa Polri akan menjamin situasi keamanan di Papua. Ia juga meminta agar masyarakat tidak terpancing berbagai provokasi yang dapat menimbulkan kerusuhan.

Baca Juga  Polresta Pulau Ambon & P.P Lease Tangkap 3 Kendaraan

“Kerusuhan yang sudah terjadi, jangan terulang lagi,” ucap Iqbal. (RTL/red/ant)