Panja RSUD Haulussy Akan Sandingkan Hasil Studi Banding

oleh -57 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Panitia Kerja (Panja) bentukan DPRD Maluku, baru saja kembali melakukan studi banding di Rumah Sakit Umum dr Chasbullah Abdul Majid, Kota Bekasi, Jawa Barat, pekan kemarin.

Selain studi banding, Panja juga melakukan on the spot melihat langsung pelayanan di rumah sakit milik pemerintah itu, dan melakukan sejumlah rapat dengan pihak terkait.

“Panja terakhir on the spot sudah selesai. Sudah studi banding. Satu kali rapat merampungkan hasil-hasil rekomendasi,” kata Ketua Panja RSUD Haulussy Ambon, Benhur Watubun, kepada wartawan, Kamis (21/10/2021).

Watubun bilang, selanjutnya Panja akan melakukan pembobotan terkait hasil studi banding dimaksud.

”Kita cukup sandingkan dan selesaikan tugas Panja. Kita apresiasi dukungan apa yang dilakukan kerja-kerja Panja oleh pimpinan dan anggota dukung kerja-kerja Panja selama ini,” ujarnya.

Baca Juga  Silaturahmi Dengan Ketua MUI, Wujud Kedekatan Kodam Pattimura Dengan Ulama

Benhur menjelaskan, pihaknya ingin menyandingkan pola pelayanan kesehatan di rumah sakit Chasbullah Abdul Majid dengan pola pelayanan kesehatan di RSUD dr. Haulussy Ambon.

”Kita tiru hal-hal yang baik demi kepentingan daerah ini ke depan,” tegas politisi PDIP dari daerah pemilihan Malra, Tual, dan Aru ini.

Watubun mengatakan, rumah sakit itu mengandeng BPJS dan Dinas Sosial dalam pelayanan kesehatan setelah melakukan kesepakatan bersama lewat Momerandum of Understanding (MoU).

Dia mencontohkan, jika pasien yang belum mendapat BPJS bisa dilayani hingga 3×24 jam dengan standar BPJS. Namun, jika belum memenuhi persyaratan untuk mengurus BPJS; Dinsos turun tangan untuk membantu.

”Nah ini di pasal 34 UUD 1945 menyebut fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara Nah itu yang harus ditiru RSU Haulussy Ambon ke depan,” paparnya.

Baca Juga  Pansus LKPJ DPRD Provinsi Maluku Gelar Rapat Terkait Jadwal Pembahasan LKPJ Gubernur Maluku 2020

Tak hanya itu, dia mengisahkan, ketika pasien mendapat penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit dr Chasbullah Abdul Majid, langsung dilayani.

”Jadi memang ketika pasien datang penanganannya tiga menit. Tidak lebih dari waktu itu. Memang pelayanan kesehatan diutamakan,” terangnya.

Bahkan, lanjut dia, direktur Rumah Sakit dr CHasbullah Abdul Majid mengaku, harus satu kata dan perbuatan dalam pelayanan kesehatan oleh seluruh struktur yang ada di rumah sakit.

”Jadi, memang pelayanan kesehatan itu paling utama. Dokter dapat tunjangan, gaji, dan mampu menarik pasien tentu tenaga kesehatan lain juga ikut disejahterakan,” pungkas Watubun. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.