Porostimur.com, Jailolo – Distiribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan jenis Minyak Tanah bersubsidi di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), terus mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) setempat.
Hal ini tagal distribusi minyak tanah bersubsidi dari pemerintah untuk masyarakat selalu menimbulkan masalah dan mendapatkan keluhan dari sebagian warga Halbar. Padahal kuota minyak yang masuk ke kabupaten itu mencapai 525 kilo liter (kl) setiap bulannya.
Wakil Ketua Pansus Joko Ahadi mengatakan, pihaknya akan kembali mengirimkan surat ke Pertamina di Ternate untuk pembicaraan terkait minyak tanah setelah pertemuan pertama.
“DPRD Halbar melalui Panitia Khusus (Pansus) Minyak Tanah bersama unsur Pimpinan (Waka I) DPRD Rustam Fabanyo, telah melakukan pertemuan dengan PT Pertamina Ternate dan PT. SAM Pertamina Patra Niaga Malut guna membahas persoalan distribusi minyak tanah bersubsidi di Halbar,” ujar Joko Ahadi kepada Porostimur.com, Rabu (14/5/2025).
“Jadi kami ketemu dan rapat dengan PT Pertamina Ternate, dan SAM PT. Pertamina Patra Niaga Maluku Utara (Malut) di Ternate terkait distribusi minyak tanah di Halbar yang pembagiannya tidak merata sehingga selalu menjadi masalah, baik antarwarga maupun pihak pangkalan minyak tanah,” imbuhnya.









