Pansus DPRD Kepulauan Sula Akan Telusuri Sejumlah Proyek Tahun Anggran 2019

oleh -129 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Tahun Anggaran 2019, menemukan proyek yang diduga bermasalah.

Pansus yang kroscek langasug pekerjaan di lapangan pagi tadi, Sabtu (23/5/2020), Ketua H, Safrin Gaelea, wakil ketua Ramli Sade, Kadir Sapsuha, Iksan Umaternate dan Risyandi Buamona

Link Banner

Dugaan proyek bermasalah yang ditemukan pansus adalah proyek fasilitas pendukung swering di Desa Mangon, Proyek selokan di timbunan Fatce-Falahu, Proyek bronjong di Desa Waihama dan Pembangunan ganti rugi dapur rumah Tahap II warga desa Wai Ipa, Kecamatan Sanana.

Pantauan awak media bersama tim Pansus LKPJ DPRD pada Sabtu (23/5/2020) menemukan proyek WC gantung dengan anggaran sebesar Rp1.4 Miliar belum dapat digunakan hingga saat ini alias belum selesai.

Baca Juga  Fenomena Ikan Mati Terdampar, Masyarakat Kota Ambon Tidak Perlu Resah

Begitu juga dengan proyek selokan atau got dengan anggaran sebesar Rp 1.4066.000,00 yang tidak berfungsi hingga saat ini, karena sudah rata ditutup tanah.

Kemudian pansus temukan kawat bronjong baru setahun sudah hampir putus dan pembangunan dapur rumah warga desa wai ipa dengan anggaran Rp 1.986.934.49039,00 yang dikerjakan oleh CV. Sarana Mandiri hingga saat belum selesai bangun.

Ketua Pansus DPRD Kepulauan Sula, Safrin Gailea mengatakan,berdasarkan Perturan Pemerintah (PP) nomor 13 Tahun 2019, tentang Laporan dan evaluasi penyelengaraan Pemerintah Daerah. Dalam pasal 20 PP tersebut menyebutkan setelah LKPj diterima maka DPRD melakukan pembahasan LKPj.

“Pansus akan memantau kegiatan-kegiatan Proyek yang dianggarkan pada tahun 2019. ini dilakukan agar dapat diketahui realisasi fisik mapun realisasi keuangan proyek tersebut, katanya.

Baca Juga  2020, DD/ADD di SBB Alami Peningkatan

Lanjut Safrin, berkaitan dengan munculnya rekomendasi Pansus LKPj yang ditetapkan melalui sidang paripurna, kemudian disampaikan ke Pemda Kepulauan Sula, untuk dilakukan perbaikan.

Terkait hasil temuan empat proyek yang ditinjau pagi tadi, Panasus tetap menindak lanjuti dalam bentuk rekomendasi ke Pemda Kepsul untuk diselesaikan.

Misalnya, terjadi kekurangan volume tehadap proyek, maka diselesaikan, kalau belum selesai 100 persen agar diselesaikan,jelasnya.

Politisi Partai Nasdem ini bilang, pembahasan LKPj dimaksud adalah memperhatikan capaian kinerja program dan kegiatan dan pelaksanaan Peraturan Kapala Daerah dalam menyelenggarakan urusan Pemerintahan. (ifo)

Link Banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *