Pansus RTRW kaget, nama Walikota Manado jadi tamang pengusaha

oleh -46 views
Link Banner

@Porostimur.com | Manado : Nama Walikota Manado, Vicky Lumentut, dibawa-bawa CEO AKR Land Development, Widijanto, saat dikonfirmasi wartawan, penghujung pekan kemarin, terkait pembangunan perumahan Casa de Viola.

Perumahan yang berlokasi di kawasan Grand Kawanua International City ini, sebelumnya ditengarai berdiri di atas kawasan pertanian.

Saat dikonfirmasi, Widijanto yang didampingi General Manager AKR Land Development, Ferdinand Markus, berusaha berkelit sambil menyebut nama pemuncak Kota Manado.

”Nanti saja lain kali ya, diberesin dulu, sama pak wali kota saja ya,” ujarnya.

Link Banner

Diakuinya, pembangunan fisik yang acap kali berbenturan dengan lahan pertanian, sebenarnya sudah menjadi masalah Indonesia sejak dahulu.

”Tahu nggak karena kenapa? Karena di Indonesia dimana-mana ada lahan pertanian namanya. Waktu di zaman Pak Harto itu namanya Repelita. Itu yang harus kita ganti disini. Karena di Kota Manado mana ada tanaman padi? Nggak tumbuh,” tegasnya.

Baca Juga  Basarnas dan KPLP Tak Lakukan Pertolongan, Pemilik KM. Asiana Kesal

Namun ungkapan Widijanto ini kemudian menuai tanggapan keras dari Panitia Khusus (Pansus) Revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) DPRD Kota Manado.

Baik Ketua Pansus Revisi RTRW DPRD Manado, Hengky Kawalo, anggota pansus, Roy Maramis, Syarifudin Saafa, hingga Ketua Komisi A DPRD Manado, Royke Anter, sama-sama terkejut kala mendengar pernyataan Widijanto tadi.

Widijanto pun diingatkan Sekretaris Pansus RTRW, Roy Maramis, agar tidak sembarang dalam mengeluarkan statement.

Terlebih, menggunakan nama pemuncak Kota Manado untuk mengklarifikasi.

”Hati-hati mereka bawa-bawa nama Walikota. Namanya melanggar RTRW, kami akan bongkar,” akunya.

Dihimbaunya seluruh pengusaha agar mengetahui aturan pemerintah serta mentaatinya.

Apalagi, tegasnya, Perumahan Casa de Viola sudah jelas melanggar UU.

Baca Juga  Danlantamal VIII Ikuti Musrenbang RKPD Tahun 2021 Melalui Vicon

Karena itu, terangnya, pihaknya tidak bisa membiarkan hal ini terus berlarut-larut.

”Sebagaimana RTRW daerah di adopsi dari RTRW pemerintah pusat, ini adalah masalah serius,” ungkapnya.

Kesempatan yang sama, Syarifudin Saafa, menyatakan kesepakatannya dengan Pansus RTRW untuk melakukan hearing dengan pihak pengelola beserta pimpinan proyek pembangunan perumahan Casa de Viola dimaksud.

”Komisi A akan panggil, ini masalah perda RTRW. Namun Pemkot Manado jangan dulu mengambil tindakan lebih seperti membongkar,” pungkasnya.