Parangi Anak-Istri, La Adili Meringkuk di Sel Polresta Ambon

oleh -136 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Akibat mengkonsumsi minuman keras (Miras) tradisional jenis Sopi, membuat La Adili (26) warga Ahuru THR II, RT 004/RW 016,Desa Batu Merah Kecamatan, Sirimau Kota Ambon menganiaya anak dan istrinya pada Kamis 30 Juli 2020, sekitar pukul 01.30 WIT.

Kasat Reskrim Polresta Pulaua Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKP Mido Manik S.IK, melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi porostimur.com pada, Jumat (31/7/2020) menjelaskaan, kasua Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan pelaku La Adili menyebabkan sang istri WA (33) dan anaknya H (15) bersimbah darah.

Menurut Mido, peristiwa ini berawal ketika, korban WA yang kala itu sedang tidur bersama dengan anak-anaknya di ruangan tamu rumahnya, didatangi oleh pelaku dalam kondisi mabuk.

Pelaku kemudian menanyakan kepada istrinya katanya “Beta Anak Mana”, sahutan pelaku kemudian dijawab oleh korban katanya “ Se Pung Anak Tu”.

Link Banner

Melihat anaknya yang sedang tidur bersama dengan istrinya di ruang tamu, pelaku kemudian mengatakan kepada istrinya katanya “Beta Mau Bawa Dia”, namun melihat kondisi suaminya yang sudah mabuk, korban kemudian menjawab “ Jang Bawa Anak Tengah Malam”.

Baca Juga  Berjam-jam Menunggu di Pelaminan, Mempelai Wanita Akhirnya Pingsan Calon Suami Tak Pernah Datang

Merasa dibantah oleh istrinya yang tidak mengijinkan anaknya dibawa keluar rumah saat larut malam, menyebabkan keduanya bertengkar.

Cek-cok mulut pun tak terhindarkan antara pelaku dan korban. Pelaku yang mulai terbawa emosi langsung memukul leher korban membuat korban langsung terjatuh dalam dalam kondisi terduduk di atas kasur.

Tidak puas memukul leher istrinya, pelaku kemudian menuju dapur dan mengambil sebilah parang yang digenggam pelaku di tangan kanannya.

“Awalnya korban hanya mengira akan diancam suaminya dengan parang, namun pelaku langsung mengayunkan parang tersebut ke kepala korban.

Korban berusaha menghindar dan menangkis parang pelaku dengan tangan kanan. Namun sabetan parang pelaku langsung melukai tangan korban.

Baca Juga  Lagi, Satgas 115 tenggelamkan 125 kapal illegal fishing

Mido bilang, korban yang merasa nyawanya terancam oleh pelaku pun sontak berdiri dan berteriak meminta tolong.

Namun pelaku kembali mengayunkan parang ke arah kepala korban. Korban kemudian menangkis parang korban dengan tangan kirinya hingga terjatuh ke lantai.

Melihat sang ibu diparangi oleh bapaknya, H anak korban kemudian mendorong pelaku. Naasnya pelaku yang tengah dipangaruhi alkohol malah memotong bibir anaknya.

Tidak hanya itu. Pelaku lantas membekap sang anak ke dinding dan memukulinya dengan gagang parang.

Beruntung N, juga salah seorang anak korban, langsung merampas parang yang dipegang pelaku.

“Puas menganiaya anak dan istrinya, pelaku kemudian melarikan diri.

“Korban yang terluka lantas ditolong oleh tetangganya WB dengan membawa korban dan anaknya ke rumah sakit Bhayangkara,” tutur mantan Kasat Reskrim Porles Seram Bagian Barat itu.

Mido mengatakan, usai mendapat perawatan medis di Rs Bhayangkara, korban kemudian mendatangi Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta P. Ambon dan Pp. Lease untuk melaporkan kasus KDRT yang dilakukan oleh suaminya La Adili kepada dirinya dan anaknya.

Baca Juga  7 Pemain Kuncinya Terpapar Corona, PSG Awali Musim 2020/21 dengan Kekalahan

Laporan korban tersebut, teregister dalam Laporan Polisi nomor: LP/594/ VII/2020/Maluku/Resta Ambon, tanggal 30 Juli 2020.

Pelaku La Adili, yang sempat melarikan diri, berhasil diamankan personil Satreskrim Polresta P. Ambon dan Pp. Lease bersama-sama Unit Reskrim Polsek Sirimau, di sekitaran Jl. Ay Patty, pada Kamis (30/7/2020) sekitar pukul 17.00 WIT.

“Pelaku kini mendekam di Rumah Tahanan Mapolresta P. Ambon dan Pp.Lease, dan resmi ditetapkan sebagai tersangka. Perbuatan tersangka dikenakan dengan pasal 44 Undang-Undang RI nomor 23 Tahun 2004, tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan atau pasal 80 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak,” tutur Mido Manik. (keket)