Partai Golkar Resmi Laporkan Murad Ismail ke Polda Maluku

oleh -779 views
Link Banner

“Dia biking bagitu, memangnya dia mau gartak sapa? Tulis. Beta minta dong tulis ini. Bilang dia mau tunjuk dia pung jago par sapa, Beta mau lia dia pung jago sampe dimana. Kalau batul dia mamaki Beta mama, maka tunggu saja dia pung adjab,”.

Porostimur.com | Ambon: DPD Partai Golkar Maluku, resmi melaporkan Gubernur Maluku, Murad Ismail ke Polda Maluku terkait kasus makian yang dilontarkan oleh orang nomor satu di Maluku itu beberapa waktu lalu.

Ketua Bidang Politik dan Pertahanan Keamanan DPD Golkar Maluku Ridwan Rahman Marasabessy yang ditemui Porostimur.com, di Sekretariat DPD Golkar Maluku mengatakan pelaporan terhadap Murad karena orang nomor satu di Maluku dinilai telah melecehkan perempuan dan sangat tidak menghargai martabat seorang Ibu.

“Jadi tadi kita sudah lapor secara resmi, atas nama DPD Partai Golkar Maluku dan sudah diterima oleh Polda dan akan segera diproses,” kata Marasabessy.

Ridwan menegaskan, terhadap kasus ini, Partai Golkar tidak main-maain dan akan dikawal sampai tuntas.

Baca Juga  Wujudkan "Ambon City Of Music", Pemkot Siapkan Kurikulum Musik

“Karena saat itu Beta bicara sebagai Koordinator Fraksi Partai Golkar, maka beta bicara tentang pinjaman Rp. 700 miliar. Katong buka di LPSE, ada ketemu alokasi pendanaannya ke Rumah Dinas Sementara Gubernur Maluku, dia punya nilai beta seng tau. Tiba-tiba setelah diproses maka katong tau ada alokasinya sekitar Rp.5,1 miliar bagitu. Lalu Sekda sudah batalkan, tapi itu setelah beta bicara karena tidak memenuhi standar kebutuhan yang dialokasikan pada pinjaman itu,” papar Ridwan.

“Tiba-tiba pada Senin, 21 Desember, ada berita online, Pak Murad mengomentari bahwa apa masyarakat Maluku seng tau bahwa beta pung rumah itu beta su bangun sebelum beta jadi gubernur, masa untuk bikini pagar deng paving block saja butuh Rp.5,1 miliar, berarti ada yang terpakai dong. Antua buka antua pung aib sandiri. Orang seng tau karena Sekda sudah batalkan, tapi antua buka sandiri. Bahwa masa paving block deng pagar saja Rp.5,1 miliar c*ki mai, berlanjut lagi, bilang dia pung mai pung lubang p*ki. Jadi beta mau tanya bale, itu kira-kira yang di bilang dia deng dong itu sapa?. Artinya secara logika secara beta di dalam. Beta menganggap bahwa dia mamaki beta pung mama,” imbuhnya.

Baca Juga  KM Mitra Papua dan KM Liberti Akan Pasok Bapok dan Obat-obatan ke KKT & MBD

Menurut Marasabessy, berangkat dari anggapan itulah pihaknya melaporkan Murad Ismail ke Polda Maluku, bahwa Murad melakukan pelecehan dan penghinaan.

Hal yang juga sangat disayangkan adalah karena Murad Ismail adalah seorang gubernur di Maluku.

“Adat katong di Maluku sangat menjunjung harkat dan martabat perempuan terutama seorang ibu. Yang katong pung ana mamaki saja katong bisa tempeleng katong ana, ini dia seorang gubernur masa dia bicara bagitu,” tukas Marasabessy.

“Dia biking bagitu, memangnya dia mau gartak sapa? Tulis beta minta dong tulis ini. Bilang dia mau tunjuk dia pung jago par sapa, Beta mau lia dia pung jago sampe dimana. Kalau batul dia mamaki Beta malam, maka tunggu saja dia pung adjab,” sambungnya.

Baca Juga  Bawakan Sabu untuk Suami yang Dipenjara, Nurhayati Ikut Masuk Bui

Ridwan Marasabessy mengatakan Partai Golkar akan serius hingga kasus ini tuntas. Pihaknya juga telah menyampaikan ikhwal perkara ini ke DPP Golkar di Jakarta. (red)