Partai Golkar SBB Apresiasi Kinerja Bupati M Yasin Payapo

oleh -198 views
Link Banner

Porostimur.com | Piru: Partai Golkar Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengapresiasi kinerja M. Yasin Payapo selama empat tahun menjabat sebagai Bupati SBB. Hal itu karena Pemkab SBB telah melakukan sejumlah langkah penting bagi kemajuan daerah. Demikian disampaikan ketua DPD Partai Golkar SBB, Ambdussalam Hehanussa, kepada jurnalis Porostimur.com, Jum’at (11/6/2021) di Piru.

Politisi Partai Golkar yang akrab disapa Alan ini mengatakan, kemajuan Kabupaten SBB yang saat ini, tentu Bupati M Yasin Payapo, memiliki andil besar. Dengan munculnya inovasi-inovasi yang dihasilkan dari tangan dingin sosok bupati yang menjabat dalam empat tahun terakhir.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh tutup mata akan hal itu. Perlu diakui perubahan wajah SBB saat ini, juga merupakan kinerja dari Bupati M. Yasin Payapo dan itu harus diapresiasi.

Baca Juga  Kapolres Mimika Minta Kendaraan yang Melintas di Mile 53 Gunakan Fasilitas Antipeluru

“Merubah itu kan juga butuh proses tidak ujug-ujug jadi. Tentu kita juga wajib mengapresiasi dan mensyukuri apa yang telah dilakukan Pak Yasin. Di Al-Qur’an juga disebutkan jika kita harus menjadi insan yang pandai bersyukur agar tidak menjadi orang yang kufur nikmat,” katanya.

Soal kritikan yang kerap mengalir deras ke Bupati Yasin saat menjabat, menurut Hehanussa, hal itu sudah biasa dalam sebuah kepemimpinan.

“Apalagi cukup luas terlalu luas, jadi kalau orang yang gak suka itu biasalah. Memang untuk memuaskan semua orang itu juga hal yang sulit atau bahkan mustahil,” tambahnya

Hehanussa menambahkan, kehidupan sosial masyarakat tidak terlepas dari perkembangan politik dan pemerintahan. Begitupun sebaliknya, perkembangan sistem politik juga dipengaruhi oleh dinamika yang berkembang di masyarakat, terlebih adanya situasi pandemi Covid-19 telah menimbulkan persoalan serius tidak hanya bagi bangsa saja, akan tapi kehidupan global.

Baca Juga  Bupati Seram Bagian Barat Safari Ramadhan di Desa Lokki

Berbagai sektor seperti perekonomian, pendidikan, kesehatan dan sosial terpukul karena mengalami tekanan yang sangat besar, termasuk pemimpin politik.

“Persoalan ini masih sering terjadi, salah satunya pandemi yang menuntut langkah penyelesaian dan solusi. Seperti lowongan pekerjaan, penurunan penghasilan masyarakat, serta penanganan medis, daya tampung rumah sakit dan sumber daya tenaga kesehatan kita terbatas,” katanya.

Dalam konteks inilah, menurut Hehanussa, politik mendapat relevansinya. Ia menjelaskan muara dari kegiatan politik adalah keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Kondisi tersebutlah yang membuat sebagian masyarakat jengah dengan aktifitas politik. Menurutnya, masalah tersebut akan berimbas pada menurunnya tingkat partisipasi publik dalam pemilihan umum, terlebih pemilihan legislatif.

“Memang sebagian politisi masih belum sadar, tidak peka terhadap situasi krisis seperti pemborosan keuangan negara yang relevansinya dengan kepentingan bangsa ini melawan Covid-19, memulihkan ekonomi nasional, dan membangun jaring pengaman sosial bertolak belakang. Itu membuat citra perpolitikan dalam negeri menjadi tidak baik,” kata Alan. (kahar)