Partai Hanura Minta Gubernur Malut Libatkan Semua Kepala Daerah dan Swasta Hadapi Corona

oleh -715 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Ketua DPD Hanura Provinsi Malut, Basri Salama, meminta Gubernur Maluku Utara untuk segera menggelar rapat koordinasi dengan seluruh kepala daerah di Maluku Utara guna membicarakan penanganan Virus Corona yang belum dapat diprediksi kapan berakhirnya.

Basri bahkan meminta agar seluruh perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Maluku Utara dilibatkan, Selain Gugus Tugas yang telah dibentuk untuk penanganan Covid-19.

Menurutnya, hal terpenting yang harus segera disiapkan pemerintah adalah pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, dengan memprioritaskan kepada masyarakat yang bergantung dengan nafkah harian, seperti tukang ojek, sopir angkot, ABK transportasi laut (speedboat, motor kayu, dan kapal antar pulau), bentor, nelayan, petani dan buruh.

Baca Juga  Terus Bersinergi, Aparat TNI-Polri Wilayah Maluku Bagikan Makanan dan Masker Untuk Masyarakat secara Gratis

“Mereka ini yang diprioritaskan pemerintah. Gubernur harus panggil semua perusahan yang beroperasi di wilayah Malut untuk sama-sama membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkap mantan senator ini.

Basri menyebutkan, ada beberapa cara bisa dilakukan pemerintah untuk memaksimalkan semua anggaran, guna menghentikan penyebaran Virus Corona, yakni: pertama, mengalihkan seluruh anggaran perjalanan dinas Kepala Daerah, baik Gubernur sampai dengan bupati dan wali kota. Anggota DPRD Provinsi sampai dengan Kab/kota dan seluruh perjalanan dinas OPD.

“Meminta kepada seluruh perusahaan pertambangan swasta maupun plat merah, agar mengalihkan seluruh anggaran CSR nya pada pengaadaan kebutuhan pokok rakyat untuk jangka waktu 3-4 bulan ke depan atau sampe situasi darurat dinyatakan selesai oleh pemerintah pusat,” ujar Basri.

Baca Juga  Seberangi Lautan, Widya Kunjungi Locus Stunting di Kepulauan Aru

Kedua, seluruh pembiayaan kegiatan yang tidak produktif seperti pelatihan, lomba PKK atau penyuluhan dan lain sebagainya yang tidak terlalu penting dan mendesak untuk diarahkan pada pengadaan seluruh kebutuhan pokok rakyat yang mebutuhkan.

“Tiga, membentuk segera satuan tugas berjenjang untuk melayani kebutuhan pokok yang dimaksud. Dan Kebutuhan yang harus sgera diadakan adalah beras, gula, minyak kelapa lain sebagainya,” tandasnya.

Apalagi, beberapa hari kedepan sudah mendekati Ramadan, sehingga kesiapan ini harus segera dilakukan.

“Ini bencana datang mendadak, menghancurkan seluruh sendi-sendi perekomian bangsa. Maka dari itu saya menyarankan pada pemerintah daerah terutama gubernur segera ambil langkah-langkah konkrit,” tegas Basri Salama. (red/kump)