Partisipasi Masyarakat Awasi Pemilu di Malut Masih Rendah

oleh -58 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Program pengawasan partisipatif merupakan merupakan salah satu dari 7 program Bawaslu Republik Indonesia. Dimana program pratisipatif adalah melibatkan seluruh komponen masyarakt dalam mengawasi setiap tahapan Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah (pilkada).

Sejauh ini dari hasil evaluasi Bawaslu, pada pelaksanaan Pemilu 2019 masih rendahnya partisipatif masyarakat dalam mengawal dan mengawasi pelaksanaan Pemilu. Hal ini dibukitkan dengan data Bawaslu dari sejumlah pelanggaran yang tangani atau proses oleh Bawaslu terdapat 70 persen lebih merupakan temuan Bawaslu, sedangkan 20 persen lebih laporan dari relawan/masyarakat.

“Sekitar 20 persen lebih laporan pelanggaran yang dikirim oleh relawan/masyarakat. Sisanya dari temuan petugas di lapangan. Artinya, partisipasi masyarakat terhadap pelaksanaan pengawasan pemilu terlihat masih sangat rendah,” Anggota Bawaslu Provinsi Maluku Utara, Hj Masita Nawawi Gani SH pada pencanangan pengawasan Partipatif dengan nama Kampung Pemilu Bermartabat (KALIBER) di wilayah Kecamatan Ternate Selatan, pada Jumat (17/7/2020) bertempat di Watterboom Ternate.

Baca Juga  Baru Tiba di Jailolo, Bupati Halmahera Barat Dinyatakan Sehat

Menurut Masita yang juga Koordinator Divisi Pengawasan, ada beberapa indicator rendahnya pertisipatif masyarakat, minimnya pengetahuan tentang regulasi pemilu dan pengawasan sehingga masyarakat belum mau menjadi pemberi awal informasi atau peloran pelanggaran kepada Bawaslu.

“Akibat rendahnya pengetahuan regulasi masyarakat tidak punya keberanian melaporkan adanya indikasi pelanggaran yang disaksikan terjadi di setiap tahapan,”katanya.

Unutk itu Bawaslu berharap kehadiran Kaliber dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya keterlibatan semua kalangan dalam mengawasi jalannya pemilu, termasuk memberikan informasi dan laporan kepada Bawaslu serta mau terlibat dalam proses pengawasan sehingga melahirkan pemelihan yang benar-benar bermartabat.

Dikatakan, sebagai lembaga penyelenggara Pemilu yang diberikan kewenangan oleh Undang-undang untuk melaksanakan pengawasan proses pemilihan umum maupun pilkada, Bawaslu menyadari penuh tidak akan mungkin sukses dalam melakukan pengawasan tanpa ada dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

Oleh karena itu kata Masita Nawawi, Bawaslu sebagai lembaga yang diberikan kewenangan melakukan pengawasan terus konsisten mendorong kegiatan-kegiatan pengawasan partispatif seperti Kampung Pemilih Bermartabat (KALIBER) yang digagas oleh Bawaslu Kota Ternate.

Baca Juga  Masyarakat Kumpulkan Uang Buat Beri Dukungan Mahasiswa Turun ke Jalan. Pakai Cara Ini

Dia mengatakan, kegiatan pengawasan partipatif juga dilakukan oleh Bawaslu di delapan kabupaten dan kota di Maluku Utara yang melaksanakan Pilkada pada tahun 2020. Tujuanya kata Masita untuk membangkitkan peran serta masyarakat turut mengawasi setiap tahapan pilkada.

Sehingga itu katanya, dengan hadirnya kegiatan pengawasan partisipatif ini bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang apa yang menjadi tujuan dari pengawasan partisipatif, serat regulasi yang berkaitan dengan pelaksanaan baik pemilihan maupun pengawasan.

“Tujuan dari program ini adalah upaya mengakat partisipasi masyarakat dalam melakukan pemgawasan pada setia tahapan pilkada dan untuk mengawal proses demokrasi ke arah yang lebih baik,” ungkap Kordiv Pengawasan ini. (red)