Pasangan Tukang Jahit-Ketua RW ini Siap Kalahkan Anak Presiden Jokowi di Pilkada Solo 2020

oleh -139 views
Link Banner

Porostimur.com | Solo: Keyakinannya tak main-main, pasangan yang merupakan penjahit baju rumahan dan ketua RW ini berani menantang anak Presiden yakni Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Wali Kota Solo.

Pasangan tersebut yakni Bagyo Wahyono dan FX Supardjo alias Bejo yang diusung oleh Yayasan Tikus Pithi.

Namun, untuk dapat lolos dalam verifikasi faktual di KPU Solo, Jawa Tengah, pasangan bakal calon independen itu masih harus mengumpulkan kurang lebih 20.000 E-KTP tambahan.

“Kami tidak perlu muluk-muluk untuk mengusung pasangan cawali dan cawawali dari jalur independen,” kata Ketua Tim Sukses Bajo, Robert Hananto melansir pikiran rakyat, Kamis, 23 Juli 2020.

Robert menuturkan bahwa pihaknya mengusung Bagyo yang merupakan tukang jahit rumahan dan juga FX Supardjo yang merupakan ketua RW itu karena mereka ingin mengusung dari masyarakat biasa.

Baca Juga  HASIL Liga Champions - Chelsea ke Final, Thomas Tuchel Cetak Rekor Bersejarah

“Dengan ini ingin membuktikan tukang jahit dan ketua RW bisa maju di Pilwakot Solo tanpa ada mahar politik dan uang banyak,” kata dia.

Bagyo merupakan warga RT 01 /RW 06, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo. Sedangkan FX Supardjo adalah warga RT 01 /RW 07, Kampung Karangturi, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo.

Robert menyebutkan, pihaknya sudah mulai mengumpulkan e-KTP sebagai syarat dukungan sejak setahun lalu dan optimis akan memenangkan kontestasi Pilwakot Solo.

Robert menegaskan, jika Bajo lolos maka akan menjadi sejarah baru Pilwakot Solo. Hal ini karena belum ada calon independen bertarung melawan calon yang diusung dari partai.

“Kami siap menjadi lawan Gibran dalam kontestasi Pilkada Solo 2020 nanti. Timses Bajo juga telah menyiapkan kekurangan 20.000 e-KTP sebagai surat dukungan di KPU Solo,” katanya.

Baca Juga  Polda Maluku Dialog Bahas Peran Bhabinkamtibmas dan Tenaga Vaksinator Covid-19

Jumlah dukungan pasangan Bajo saat verifikasi faktual (Verfak) KPU Solo ada sebanyak 7.241 dukungan KTP yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Sedangkan yang memenuhi syarat baru 28.629 dukungan.

Sementara batas minimal untuk bisa maju dijalur perseorangan di Pilwakot Solo sebanyak 35.870 E-KTP disertai surat penyataan lengkap bermaterai. Untuk memenuhi syarat dukungan tersebut, jumlah TMS dikalikan dua kali lipat sesuai aturan KPU RI.

Artinya, tim Bajo harus memenuhi jumlah dukungan sebanyak 14.482 untuk bisa lolos dan harus terkumpul pada tanggal 27 Juli mendatang.

Lawan kuat Bajo, Gibran dan Ahmad Prakosa sendiri, sebelumnya sudah mendapat rekomendasi resmi dari PDIP. Partai lain di Solo, kecuali PKS, sudah menyatakan akan mendukung keduanya dalam pilkada mendatang. (red/rtm/pr)