Pasien 01 Pernah Nginap, Manajemen Lockdown Hotel Amaris Ambon

oleh -533 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Hotel Amaris Ambon memutuskan untuk berhenti beroperasi usai ditemukan pasien positif covid-19 (pasien 01 Maluku) warga asal Bekasi, Jawa Barat yang diketahui pernah menginap di hotel tersebut beberpa hari sebelum dikarantina.

Penutupan sementara hotel bintang tiga itu diberlakukan sejak kemarin, Ahad, 23 Maret 2020, bertepatan dengan pengumuman pasien positif corona virus disease 2019 (Covid-19) pertama di Maluku oleh Satuan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Maluku.

Kepada para wartawan di Hotel Amaris Ambon, Senin (23/3/2020), Manager Hotel Firman, mengaku Hotel Amaris Ambon, sementara dilockdown sebagai langkah menindaklanjuti instruksi Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

“Kemarin Pak Walikota sudah sampaikan, yang pernah nginap di Amaris itu positif. Jadi kita dianjurkan untuk tidak menerima tamu dulu. Kita sangat merespon hal ini karena kita mau sterilkan area,” kata Firman

Setelah ditutup, pihak hotel menunggu Dinas Kesehatan mensterilkan seluruh ruang dan kamar hotel. “Disterilkan agar tamu-tamu kita yang di Ambon maupun di luar Kota Ambon merasa aman masuk ke hotel,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolda Maluku Usulkan KPLB untuk Almarhum Briptu Faisal Helut

Sejak dinyatakan salah satu tamu Hotel positif corona, pihaknya sudah melakukan sanitizer dan penyemprotan disinfektan. “Sekarang kita lagi menunggu dari dinas terkait supaya kita sama-sama kalau mau disemprot biar kepercayaan warga kembali lagi kalau di Amaris itu aman,” kata Firman.

Lockdown Hotel Amaris dilakukan menunggu proses sterilisasi bersama Dinas Kesehatan dan menunggu instruksi selanjutnya dari Pemkot Ambon.

“Saya sudah anjurkan lockdown dulu. Sampai kapan, kita meninggu informasi dari Walikota Ambon. Kita sterilisasi, pembersihan, periksa kesehatan karyawan baru kita informasikan sudah seperti apa,” ujarnya.

Sampai hari ini, kata Firman, sejumlah tamu masih menginap di Hotel Amaris Ambon. “Mungkin hari ini akan cek out semua. Kita sudah edukasikan juga, dan mereka melihat kita lagi pembenahan. Kita jalankan yang namanya penyemprotan,” ujar Firman. (red/katim)