Pasien COVID-19 di Maluku Utara Bertambah. PDP 9, ODP 188 Kasus

oleh -4.934 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Maluku Utara (Malut) mencatat, penambahan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menjadi 9 orang. Rinciannya Ternate: 4 orang, Halut 4 orang (bertambah 2) dan Halmahera Barat 1 orang.

Orang Dalam Pengawasan (ODP) juga bertambah menjadi 188 orang tersebar di semua Kabupaten dan Kota. Sedangkan kasus positif masih 1 orang.

Link Banner

Tiga PDP dirawat di RSUD Tobelo dan sisanya 6 orang di RSUD Chasan Beosoirie Ternate.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut, dr Rosita Alkatiri melalui siaran pers yang diterima porostimur.com, Ahad (29/3/2020l menyatakan, tiga pasien PDP ditangani tim medis RSUD Tobelo. Sedangkan enam pasien PDP, kini tengah menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Chasan Boesoerie Ternate

“Kami mencatat, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) untuk kabupaten/kota di Malut naik tidak ada penambahan, jadi masih tetap 38 orang, terbanyak di Kota Ternate 36 oang dan Pulau Taliabu 2 orang,” kata dr Rosita.

Baca Juga  Pilgubmal, KPU Kota Ambon gelar bimtek PPDP 3 kecamatan

Ia menambahkan, dalam penanganan pasien COVID-19 ini, dua orang yang semula masuk PDP dan telah menjalani isolasi, kini dinyatakan sembuh dan satu orang masih terinfeksi positif COVID-19 tengah menjalani perawatan di RSUD Chasan Boesoerie dan dilaporkan dalam kondisi baik.

Dia mengakui, pihaknya mencatat untuk OTG adalah orang yang tidak bergejala dan memiliki resiko tertular dari orang positif COVID-19 dan orang tanpa gejala merupakan kontak erat dengan kasus positif COVID-19.

Sedangkan, ODP orang yang mengalami demam di atas 38 derajat celsius atau riwayat demam dan gejala gangguan system pernapasan seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk, pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di Negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal dan memiliki riwayat kontak dengan kasus terkonfirmasi COVID-19.

Baca Juga  Kafilah Maluku Juara Umum Pemilihan Duta Qasidah Nasional 2019

Dia menjelaskan, khusus petugas puskesmas dan petugas surveilans Kota Ternate yang sedang melakukan pemantauan kontak orang bagi OTG dan OPD telah dibekali dengan Alat Pelindung Diri seperti masker, bedah, masker N95, handscoon dan masker bedah disertai vitamin khusus OTG dan OPD untuk dikonsumsi selama masa pemantauan 14 hari.

Sedangkan untuk kebutuhan APD tenaga medis yang bertugas di puskesmas akan difasilitasi oleh masing-masing Dinas Kesehatan kabupaten/kota, karena memiliki Instalasi Farmasi Kesehatan (IFK) yang nantinya tercatat kebutuhan puskesmas di wilayah kerjanya.

Terkait para tenaga medis yang bersentuhan langsung dengan pasien positif 01 selama perawatan yang bersangkutan di RSUD Chasan Boesoirie, kemarin sudah dilakukan Rapid Test dan informasinya semua negatif.

Baca Juga  Soal LIN, Murad Bilang Bu Susi Seng Ikhlas Par Maluku

Meski demikian, para tenaga medis ini akan di test lagi dalam sepuluh hari ke depan.

“Mengapa test lagi? Karena Rapid Test itu semacam skrining untuk mengetahui antibody seseorang. Jika virus masuk dalam tubuh reaksi tubuh adalah memproduksi antibody,” ujarnya.

Alkatiri menjelaskan, Rapid Test bukan alat untuk memastikan seseorang positif corona atau tidak, tetapi hanya alat untuk mendiagnosa kemungkinan virus sudah masuk ke dalam tubuh atau belum.

“Bisa saja virus lain. Makanya perlu test ulang,” pungkasnya. (red)

Link Banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *