Patrick Moenandar. Wakil Rakyat Milenial Berjiwa Sosial Tinggi

oleh -138 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon: Ketika tahapan pileg sedang ber langsung, para calon anggota legislatif massif berkampanye. Berbagai baliho iklan, papan pengumuman, spanduk, dan semacamnya bertebaran memenuhi ruang publik. 

Para kandidat berlomba menebar pesona disertai untaian kata memikat berharap dikenal secara luas di masyarakat.

Publik disuguhi hadirnya politisi dadakan. Politisi musiman ini  hanya muncul saat jelang pilkada dan kehadirannya bukanlah karena pertimbangan perjuangan ideologis.

Mereka hanyalah politisi semu yang sekedar mengejar kekuasaan, karena jabatan baginya sebagai posisi yang menjanjikan kemakmuran, kehormatan, dan kemudahan mendapatkan akses bagi kepentingan hidupnya.

Banyak di antara mereka yang tidak terpilih, tetapi tidak sedikit juga yang lolos ke gedung dewan dan menyandang predikat wakil rakyat.

Baca Juga  Turunkan angka kemiskinan, Dinas PU targetkan kemantapan jalan

Di tengah situasi politik yang demikian, kehadiran sosok politisi yang memiliki jiwa sosial tentu menjadi dambaan masyarakat.

Dan wajah politisi yang penuh jiwa sosial itu muncul dari seorang politisi milenial yang kini menjadi Anggota DPRD Kota Ambon bernama Patrick Moenandar.

Patrik adalah salah satu dari 12 orang politisi milenial yang kini duduk sebagai wakil rakyat di Baileo Rakyat, Belakang Soya, Kota Ambon, periode 2019-2024.

Ia terpilih sebagai wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan Sirumau I mewakili Partai Perindo.

Jiwa sosial Patrick diwujudkan melalui kepeduliannya kepada para korban Gempa di Pulau Ambon.

Sejak hari kedua pasca Gempa berkekuatan M 6.5 mengguncang Pulau Ambon, Partrick terlibat aktif membantu warga yang terdampak bencana.

Baca Juga  Sudah Tahu Bagaimana Menentukan Pemenang Pilkada? Ini Caranya

Ia bersama teman teman terlibat memberikan bantuan kepada para pengungsi di sejumlah lokasi seperti di Desa Rutong Kecamatan Leitimur Selatan (Letisel) dan di Desa Suli Kabupaten Maluku Tengah.

Patrick bahkan turun ke lapangan mengantarkan bantuan berupa beras, sarimie, gula pasir, susu kental manis, telur itu ke lokasi pengungsian.


Tidak hanya itu, Patrick Moenandar juga memberikan  tenda darurat serta tiang dari besi dnt terpal, pun pempers untuk anak-anak dan orang dewasa.

Sumber laman Facebook Patrick Moenandar

”Ini bangian dari tanggung jawab saya sebagai politisi. Saya sadar bahwa sebagai politisi, saya harus mempunyai empati yang tinggi terhadap masyarakat,” ujarnya.

Politisi wajib hadir ketika masyarakat merasa sedih, Dan sedih ketika masyarakat berduka. Politisi baru boleh merasa bahagia ketika masyarakat sudah bahagia,” sambung Moenandar.

Baca Juga  Pelaksanaan UNBK di SMKN 7 Ambon Berjalan Lancar

Dirinya mengaku sosialisasi pemerintah terkait mitigasi bencana masih kurang, sehingga pemahaman masyarakat terhadap bencana sangat minim.

Hal ini menurutnya membuat masyarakat mudah panik dan takut sehingga mengambil langkah keliru begitu ada informasi hoax yang beredar.

”Saya pikir masih kurang sosialisasi dari pemerintah saat ini,” pungkasnya. (keket)