Peduli Dampak Covid-19, KNPI Malut dan Komunitas Jarod Bagi Sembako dan Masker

oleh -207 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Maluku Utara (Malut) dan Komunitas Jarod menggelar aksi peduli kemanusiaan dengan membagikan ratusan paket sembako dan 3 ribu masker, Ahad (19/4/2020) sore tadi, di wilayah Kota Ternate.

Pembagian sembako dikhususkan kepada warga kurang mampu, termasuk janda dan para lansia serta satu panti asuhan di Kelurahan Salero.

Sedangkan untuk masker, dibagikan KNPI Malut dan Komunitas Jarod bersamaan dengan pembagian sembako, dan sebagian dibagikan untuk warga di jalanan Kota Ternate seperti di kawasan Landmark, pelabuhan Semut Mangga Dua, dan Pasar Kota Baru.

Ketua DPD KNPI Malut, Irman Saleh, mengatakan sumber anggaran yang diperoleh untuk membeli sembako berasal dari sumbangan para pengurus DPD KNPI Malut, dermawan, dan beberapa tokoh di Malut juga ikut menyumbangkan harta mereka untuk ikut berpartisipasi.

“Serangan wabah virus Covid-19 ini membatasi ruang gerak kita semua, apalagi untuk warga yang mengais rezeki dari pendapatan harian tentu sangat berdampak. Sumber pendapatan mereka akan mengurang atau bahkan tidak ada sama sekali. Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat meringankan beban mereka, terutama untuk warga yang kurang mampu,” ujar Irman, ditemui sedang ikut membagikan sembako di Panti Asuhan Salero.

Baca Juga  3.800 Vial Vaksin Sinovac untuk Pulau Buru Tiba di Namlea

Menurut Irman, tidak hanya sembako, sebagian besar warga di Ternate yang mereka temui juga kesulitan memperoleh masker. Bahkan, mereka tidak mendapat informasi yang jelas menyangkut dengan masker yang layak untuk digunakan. Irman menyayangkan warga yang seharusnya menjadi perhatian utama atas dampak Covid-19 diabaikan begitu saja oleh pihak-pihak terkait.

“Bagaimana mau ikut himbauan pemerintah untuk terus menggunakan masker saat keluar rumah, kalau masker saja mereka tidak punya. Harusnya pemerintah hadir menjadi garda terdepan menyelesaikan problem-problem di tengah masyarakat seperti ini, tidak hanya menghimbau dan menghimbau. Ada banyak problem masyarakat yang tidak bisa mengikuti himbauan pemerintah, bukan berarti mereka membangkang atau kepala batu”, tegasnya. (red)