Peduli Gempa, GPPM dan KIM Salurkan Bantuan ke Pengungsi di Baguala dan Salahutu

oleh -45 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Meringankan beban warga yang dilanda bencana gempa bumi di Pulau Ambon, Gerakan Perempuan Peduli Maluku (GPPM) menyerahkan bantuan kepada masyarakat di 6 titik di Pulau Ambon, Jumat (29/11).

Apalagi, kondisi masyarakat yang masih trauma dengan bencana gempa bumi yang melanda Pulau Ambon, Pulau Seram dan Kepulauan Lease, beberapa waktu lalu.

Bahkan, hingga saat ini masih saja ada warga yang mengungsi dan tinggal sementara pada tenda-tenda darurat, akibat trauma akan terjadinya bencana gempa yang sama.

Bantuan yang diserahkan secara simbolis ini diprakarsai GPPM, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan beberapa anggota DPRD Maluku, turut dihadiri perwakilan GPPM, Carla Nathan serta Suster Brigitta Renyaan.

Adapun bantuan kemanusiaan ini diserahkan pada 1 titik di Kecamatan Baguala dan 5 titik di Kecamatan Salahutu.

Dalam sambutannya, Pdt Jhon Bakarbessy, mengapresiasi inisiasi GPPM dan KIM dalam meringankan beban warga yang terlanda bencana alam.

”Saya sebagai pemerhati kemanusiaan di Maluku dan perpanjangan tangan dari Gerakan Perempuan Peduli Maluku (GPPM). Ada tim dari Peduli Maluku, Gerakan Perempuan Peduli Maluku atas nama Ibu Brigita dan kemudian Carla Nathan yang memungkinkan bantuan-bantuan ini ada, sehingga ini kami akan bagikan bersama dengan forum Kelompok Informasi Masyarakat. Dan kami bersinergi untuk memberkati Maluku, khususnya dengan mensupport hal-hal yang bersifat official seperti bantuan-bantuan dan kami akan bagi di 6 titik. Hari ini satu titik di Kecamatan Baguala 5 dan titik di Kecamatan Salahutu,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan dimaksud diberikan kepada warga yang mengalami kerusakan rumah akibat dilanda gempa.

Baca Juga  BMKG SBB Gelar Sekolah Lapang Iklim Tahap II Tahun 2019

Bahkan bantuan dimaksud, tegasnya, bukan hanya diberikan kepada warga yang beragama Kristen saja, namun juga diberikan kepada warga yang beragama Islam.

Dimana, bentuk bantuan tanpa memandang suku, agama dan ras (SARA) ini, membangun dan mengikat kembali tali silaturahmi dan tradisi nenek moyang yang sudah diterapkan sejak dulu kala, yakni hubungna pela gandong.

”Kemudian diperuntukkan bagi orang yang sudah diberikan tetapi pada saat pergi ke sana ada juga rata-rata yang bermasalah dan kami juga prihatin karena kondisi rumah ada yang hancur yang akan kami bagikan. Sudah selesai gempa, tapi masih ada yang belum pulang. Mereka  masih ada di tenda-tenda karena ada rumah yang hancur dan sudah tidak bisa ditinggali sama sekali, sehingga kemudian kami berinisiatif, apalagi sudah mau Natal dan biarlah memberkati mereka. Tapi bukan untuk Kristen saja tapi juga untuk saudara-saudara kita yang Muslim juga, karena dua organisasi ini juga punya hati, punya visi yang sama untuk membangun Maluku ini.

Jadi masuk dalam segala aspek dan juga aspek agama dan hubungan saudara. jadi tidak ada pandang Kristen atau Muslim. Yang kami pandang ini rakyat Maluku, rakyat Kota Ambon. Dan tolong kita mensupportnya, karena kita bersaudara,” jelasnya.

Baca Juga  Silaturahmi Alumni Fakultas Peternakan, Rektor Unhas Sampaikan Terima Kasih Kepada Mantan Gubernur Maluku Said Assagaf

Bantuan sebanyak 250 paket ini, akunya, akan diberikan kepada 250 keluarga pengungsi.

”Kami akan membagi untuk 250 keluarga. Tapi mungkin juga ada beberapa kantor yang khususnya secara aksidensi, mungkin yang dilihat pas mereka susah juga dibantu, juga mungkin dibagi. Tapi secara umum yang akan dibagi ini dia ada 6 titik, 250 keluarga diberikan 250 paket,” tegasnya.

Dengan adanya bantuan seperti ini, harapnya, mampu menggerakkan hati sesama warga Maluku lainnya yang berkelebihan berkat sehingga biasa ,meringankan beban warga yang mengungsi akibat gempa bumi.

”Harapan kedepan, dengan lembaga ini yang pertama supaya dari kerjasama dan juga ada semua saudara-saudara yang lain, yang punya hati juga yang melihat kebersamaan ini, tidak dari Islam tidak dari Kristen, tapi sama-sama semua dana ada yang punya. Dan setelah ini yang punya hati untuk memandang keluarga besar Maluku yang saling mengasihi satu dan yang lain. Dan yang kedua, juga biar dengan bantuan-bantuan seperti ini juga bisa meringankan beban mereka dan juga pemerintah tetap antusias dan kemudian pull up bagi mereka yang menjadi korban bencana ini. dengan itu, bantuan rumah mereka yang rusak dan bisa diperbaiki lagi. Dan untuk kami sendiri, selama masih bisa bantu, kami akan bantu, adalah bentuk perhatian dan kepedulian terhadap korban gempa yang terjadi September lalu. Sehingga forum kelompok informasi atau KIM Provinsi Maluku tergerak untuk menyalurkan bantuan bagi sesama dan terhadap dampak gempa dan bekerjasama dengan beberapa mitra seperti beberapa anggota DPRD provinsi Maluku pak Azis Sangkala, ibu Umasugi dan teman-teman yang peduli untuk bersama-sama memberikan penyaluran bantuan beberapa anggota DPRD provinsi Maluku pak Azis Sangkala, ibu Umasugi dan teman-teman yang peduli untuk bersama-sama memberikan penyaluran bantuan,” terangnya.

Baca Juga  Pergi ke hutan, seorang nenek hilang tanpa jejak2 hari

Kesempatan yang sama, Ketua Forum Kelompok Informasi Maluku, Frengky Reawaru, menyatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian akan beratnya beban hidup warga yang mengungsi akibat bencana alam, hingga ada yang mengalami kerusakan rumahnya.

”Harapan kami dari Forum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Provinsi Maluku yang adalah juga mitra dari tim Kementerian dan Dinas Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia maupun Provinsi Maluku, kami ada 18 anggota forum Provinsi Maluku. Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap korban gempa yang ada pada Baguala itu di Passo Air Besar. Kemudian di Suli bertempat di Suli Atas, di Tulehu berlokasi di daerah SMPN 3 Salahutu, terus di Waai yang ada 3 titik yaitu di Negeri Waai dan dua titik di Dusun Wisnu dan Dusun Ujung Batu. Semuanya ada 250 paket yang terdiri dari beras, gula, kacang hijau, minyak kelapa dan mie instan,” pungkasnya. (ema)