Pelajar & Mahasiswa Tegono Ancam Lapor Balik Ramlah Yasin Cs ke Polda Malut

oleh -98 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Ikatan Pelajar Mahasiswa Desa Tegono dan masyarakat Desa Tegono, Kecamatan Makian Barat, Kabupaten Halmahera Selatan bakal menuntut balik Hj Ramlah Yasin dan beberapa kawan-kawannya atas laporan mereka terhadap warga Desa Tegono ke Polda Maluku utara.

Beberapa warga masyarakat Desa Tegono diketahui, telah dilaporkan ke Polda Maluku Utara oleh oleh Ramlah Yasin dkk melalui kuasa hukumnya Abdullah H. Kahar pada 2 September 2020 lalu.

Dalam laporan tersebut, Ramlah Yasin dan beberapa kawan-kawannya disebutkan sebagai korban tindak pidana yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat pada rapat desa yang dilakukan pada 9 Agustus lalu.

Sebagian warga itu dilaporkan berbuat gaduh dan mengacaukan suasana rapat dengan merampas microphone dan berteriak-teriak serta mengancam saudari Ramlah Yasin dan kawan-kawannya dengan cara mengambil kursi rapat dan berniat untuk dilemparkan kepada mereka.

Link Banner

Salah satu anggota Ikatan Pelajar Mahasiswa Desa Tegono, Andre Sudin mengutuk keras atas tindakan pelaporan yang dilakukan oleh Ramlah Yasin dan kawan-kawannya terhadap beberapa warga Desa Tegono.

Baca Juga  Ferry Tanaya Kalahkan Kejati Maluku di Praperadilan

Menurutnya hal itu telah mencoreng nama baik Desa Tegono dan lebih khusus beberapa masyarakat yang dilaporkan ke Polda Malut tersebut.

Andre yang juga Mantan Sekretaris Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ternate itu menuturkan, justru para pelapor yang membuat gaduh dan mencari-cari masalah terkait proses pembangunan Masjid Nurul Huda di Desa Tegono.

Dia menjelaskan pada saat pelaksanaan rapat tertanggal 29 Agustus dihadiri oleh pejabat Perwakilan Kecamatan dan Polsek Pulau Makian.

“Memang terjadi kontradiksi pemikiran, lantaran keinginan masyarakat untuk menentukan panitia tidak direalisasikan oleh Kepala Desa,” jelasnya Kamis (24/9/2020)

Andre bilang, dalam rapat saling membela argumen adalah hal yang wajar. “Dalam ruang demokrasi, setiap orang punya hak untuk menyampaikan pendapat, namun tuduhan seperti merampas mic dan lain-lain harus dibuktikan siapa siapa yang melakukannya”, katanya.

Baca Juga  Dua Tersangka Kasus Korupsi Dana PAUD Ditahan di Rutan Malendeng Klas II A Manado

“Selain itu devinisi rampas adalah mengambil paksa dengan kekerasan, siapa yang mengambil pada saat mereka berbicara”, sambung Andre.

“Jika itu tidak dibuktikan oleh mereka saya sampaikan kami akan menuntut balik jika laporan yang mereka adukan tersebut”, tegasnya. (al)