Pelaku Penganiayaan Di Bula Belum Diproses, Keluarga Korban Minta Polres SBT Tidak Pandang Bulu

oleh -1.256 views
Link Banner

Porostimur.com, Bula – Kasus penganiayaan yang menimpa seorang perempuan Siti Nurhuda Hanubun (19 Tahun) di kompleks Lumba-lumba, Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) pada tanggal 4/4/2022 pukul 10.15 WIT, belum ada tanda-tanda proses penyelesaian dari pihak kepolisian.

Diketahui pelaku atas nama Ramdani Ipaload (laki-laki) setelah melakukan penganiayaan tersebut melarikan diri dan sampai saat ini belum juga ditemukan oleh pihak kepolisian SBT.

Kakak kandung korban Faisal Hanubun kepada wartawan porostimur.com, Kamis (7/4/2022) mengatakan, saat itu pelaku mengikuti sepeda motor yang ditumpangi korban dari arah Pasar Lama menuju kompleks Lumba-lumba.

Sesampainya di kompleks Lumba-lumba pelaku menendang sepeda motor korban dari belakang sehingga korban terjatuh. Kemudian pelaku memukul, menginjak-injak korban, dan mengancam akan membunuh korban dengan parang. Kemudian pelaku mengambil kunci sepeda motor korban dan melarikan diri.

“Setelah pelaku melarikan diri korban berteriak meminta tolong sehingga warga disekitar keluar dari rumahnya untuk menolong korban,” jelasnya.

Baca Juga  China dan Tantangan Regional Indonesia

Faisal bilang, keluarga korban sudah melapor ke Polres SBT namun sampai saat ini belum ada perkembangan sehingga pihak keluarga meminta Kapolres SBT dapat menindaklanjuti masalah tersebut seperti apa yang telah ditegaskan oleh Kapolda Maluku bahwa setiap laporan dari masyarakat yang masuk ke Polri wajib direspon dan ditindaklanjuti.

“Keluarga korban sudah melapor ke Polres SBT tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda proses masalahnya seperti apa, sehingga keluarga besar Hanubun (keluarga Korban) memohon agar bapak Kapolres SBT dapat membantu melihat tahapan dari proses masalah tersebut sesuai arahan Bapak Kapolda bahwa beliau minta tidak boleh persoalan masyarakat tertahan lama di Polres,” jelasnya.

Keluarga korban berharap agar pelaku segera diadili sesuai perbuatannya tanpa memandang bulu.

Baca Juga  Dalam Kurun Dua Hari Indonesia Dilanda Tiga Gempa Berkekuatan 5 Magnitudo

“Harapan keluarga Korban dan masyarakat SBT agar pelaku segera diadili sesuai perbuatannya tanpa pandang bulu dan kita tidak boleh melindungi penjahat,” pungkasnya. (Nur)