Pelni Kaji Tambah Rute Singgahi Pulau Morotai

oleh -27 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni tengah mengkaji kemungkinan menambah rute kapal KM Dorolonda ke Pulau Morotai.

Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni Masrul Khalimi mengatakan hal tersebut untuk menindaklanjuti permintaan Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai yang meminta untuk menambah akses kapal penumpang yang dapat menghubungkan Morotai langsung ke Bitung, Manado.

“Bagi kami, ini juga dapat menjadi peluang untuk memberikan alternatif wisata bagi turis asing, khususnya wisatawan China yang kita tahu kunjungan ke Manado yang cukup tinggi untuk melirik wisata alam bawah laut Pulau Morotai yang indah,” kata Masrul dalam pernyataan tertulisnya yang diterima redaksi Porostimur.com, Rabu (28/10/2020).

Dia mengatakan, saat ini rute pelayaran KM Dorolonda dengan kapasitas angkut 2000 penumpang beroperasi dengan rute Tanjung Priok – Surabaya – Makassar – Bau Bau – Namlea – Ambon – Ternate – Bitung (PP).

Baca Juga  URK

Disamping wisata, Masrul menuturkan, Pulau Morotai juga memiliki muatan beku tuna ekor kuning yang memiliki nilai jual ekspor.

“Dua tahun terakhir muatan beku tuna dari Morotai sudah rutin diangkut menggunakan kapal tol laut menuju Surabaya. Tapi tadi Bapak Benny [Bupati Morotai] mengungkapkan kemungkinan muatan beku tuna juga dikirim ke Bitung untuk dapat diekspor ke Jepang,” ujarnya.

Link Banner

Pada 2020, muatan beku yang dikirim dari Morotai dengan tujuan Surabaya menggunakan kapal tol laut mencapai 81 TEUs hingga awal Oktober ini. Pada 2019, Morotai mampu mengirimkan 600 ton tuna beku kualitas ekspor ke Surabaya ke Vietnam. 

Di pasaran, tuna tangkapan Morotai diharga US$9 per kilogram. Rata-rata ukuran tuna tangkapan nelayan di perairan Morotain dapat mencapai kisaran 70 kilogram per ekor.

Baca Juga  Kades Ona Diduga Korupsi, Warga Palang Kantor Desa

Dari hasil kunjungan kerja ke Morotai, Masrul meyakini bahwa KM Dorolonda dapat sandar di Pelabuhan Morotai. Ini didasarkan pada hitungan KM Lognus 6 yang memikiki tonase bobot mati (deadweight tonnage) sekitar 9.000 ton, sedangkan DWT KM Dorolonda hanya 3.000 ton. 

Sementara untuk panjang dermaga di Morotai mencapai 148 meter, dan KM Dorolonda dengan panjang 146 meter dan KM Lognus 6 hanya 122 meter. 

“Secara hitungan kasar, KM Dorolonda samgat memungkinkan untuk sandar di Morotai. Hasil kunjungan kerja ini, berikut pemeriksaan kami ke dermaga penumpang, akan kami laporkan dan menjadi bahan evaluasi untuk diusulkan ke Kementerian Perhubungan. Bila diterima, KM Dorolonda dapat mulai berlayar ke Morotai mulai 2021,” tutur Masrul.

Baca Juga  Lagi Gempa Guncang Kobisonta, Magnitudo 4.2 Dini Hari Ini

Secara hitungan kasar, Masrul menuturkan, KM Dorolonda sangat memungkinkan untuk sandar di Morotai.

“Kami akan laporkan dan menjadi bahan evaluasi untuk diusulkan ke Kementerian Perhubungan. Bila diterima, KM Dorolonda dapat mulai berlayar ke Morotai mulai 2021,” jelas Masrul.

Saat ini, Pelni mengoperasikan 26 kapal penumpang dan menyinggahi 83 pelabuhan serta melayani 1.100 ruas.

Selain angkutan penumpang, Pelni juga mengoperasikan 45 trayek kapal perintis untuk melayani mobilitas penduduk di daerah T3P dengan total 275 pelabuhan dengan 3.739 ruas yang dilayani.

Pelni juga mengoperasikan 20 kapal Rede serta empat kapal barang, tujuh kapal tol laut, dan satu kapal khusus ternak. (red)