Pelni Kerahkan Semua Armada Jelang Natal dan Tahun Baru, ABK Wajib Pakai Hazmat

oleh -91 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) akan mengerahkan seluruh armadanya baik kapal penumpang, kapal perintis maupun kapal barang serta logistik, untuk mengantisipasi liburan panjang Natal dan Tahun Baru 2021.

“Mulai bulan Oktober semua kapal akan kita operasikan. Full semua beroperasi, regular service akan kita jaga. Ada 26 kapal penumpang, 45 kapal perintis jalan, tol laut jalan kita sudah pastikan jalan. Sudah menjalankan docking semua kapal,” ujar Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro saat Media Briefing di kawasan Juanda, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2020).

Nantinya saat pengoperasian seluruh kapal, Pelni akan memberlakukan protokol kesehatan covid 19 dengan ketat, mengingat sekarang masih dalam situasi dan kondisi pandemi.

Baca Juga  Babinsa Falabisahaya dan Warga Buka Muara Sungai

Protokol kesehatan diterapkan mulai dari urusan pembelian tiket para penumpang hingga di dalam kapal saat berlayar.

Menurut Yahya kapasitas penumpang juga akan dibatasi menjadi 50 persen dari total kapasitas keseluruhan.

Bagi para penumpang kapal Pelni lanjut Yahya juga wajib menjalani rapid test sebelum melakukan perjalanan.

Rapid test tersebut dilakukan secara mandiri oleh penumpang dan disertai surat keterangan sehat yang nanti akan dilampirkan saat hendak melakukan pelayaran menuju tempat tujuan.

“Safety dan secure paling diutamakan. Protokol kesehatan wajib karena jangan sampai ABK terpapar karena perjalanan cukup lama. Persyaratan tiket juga online, rapid test secara mandiri kecuali kapal perintis yang wilayahnya tidak ada rapid, Penumpang rapid test mandiri, dan biasanya wilayah itu zona hijau,” ujar Yahya.

Baca Juga  Bahas sanggahan, warga Kauditan II-panitia jalan tol hadiri ”meeting”

Selain kewajiban tersebut, ABK yang berhubungan dengan penumpang di kapal Pelni menurut Yahya juga harus dan wajib mengenakan pakaian hazmat.

“ABK pakai hazmat khusus yang bersinggungan dengan penumpang. Jadi saat kapal hendak berlayar dan hendak merapat di tujuan,” kata Yahya. (red/tnc)