Pemda Kepulauan Sula Optimis Keluar Dari Daerah Tertinggal

oleh -33 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Wakil Bupati Kepulauan Sula, Hi. M. Saleh Marasabessy, optimis Kabupaten Kepulauan Sula, bakal keluar dari daerah tertinggal.

Menurutnya, Kepulauan Sula bisa keluar dari daerah tertinggal maka harus memperbaiki lima (5) item yakni menata kembali sarana perhubungan laut, darat, udara dan mengolah sektor perikanan dan pertanian menjadi sektor pengolahan.

Ketika diwawancarai, Rabu (1/9/2021), orang nomor dua di Kepulauan Sula ini bilang, upaya untuk keluar dari daerah tertinggal ini adalah bagaimana pemerintah dapat membuka daerah-daerah terisolir melalui perhubungan laut, darat dan udara.

“Sekarang ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama adalah masalah sarana transportasi udara, laut dan darat, karena ini juga menentukan perekonomian daerah,” katanya.

Menurut Saleh, jika taransportasi udara bisa lancar, maka  berkemungkinan investor maupun usah-usaha pemerintahan akan bisa berjalan secara normal begitu juga dengan sarana transportasi laut.

Baca Juga  Saniri Negeri Noloth kerap mangkir sidang di PTUN Ambon

“Kalau laut hari ini tidak terlalu bermasalah, cuman pelabuhan pelni Desa Malbufa juga menjadi perhatian untuk suatu saat menjadi pelabuhan kontainer, oleh karena itu kita akan programkan pada tahun 2022, “jelasnya.

Kemudian ia mengatakan, masalah daerah tertinggal ini, DPMD Kepsul juga ada punya perhatian khusus untuk kegiatan-kegiatan yang ada di desa terkait dengan Bumdes.

“Sekarang kita kembangkan di daerah ini, Bumdesnya harus terdaftar sehingga mereka  mendapat bantuan dari pusat, karena Bumdes inilah sebagai pemicu perekonomian di desa,“ tuturnya.

Saleh bilang, selain itu yang berikut, potensi perikanan juga harus diberdayakan, karena selama ini perairan laut hanya dikuasai oleh pemerintah provinsi.

Baca Juga  Halbar Kirim 212 Ton Produk Perikanan dan 873 Ton kopra ke Surabaya

“Pada hal kita punya saran-saran perlengkapan yang disediakan oleh daerah yang mestinya kita kerjasama dengan provinsi mungkin ada retribusi daerah, karena kita punya jasa. Kedepan kita mintakan untuk provinsi itu harus bagaimana memberikan sedikit kewenangan pengawasan kepada daerah sehingga potensi kewenangan ini tidak menjadi potensi yang hilang tapi potensi yang bersumber dari daerah ini dan suatu saat bisa memberikan retribusi untuk daerah,” bebernya.

Saleh menambahkan, sektor pertanian perlu galakan di sektor primer maupun sektor pengolahan, jika kita bergerak di sektor primer terus maka selama itu pula pendapatan petani kita tidak bisa terangkat, kita harus masuk pada sektor pengolahan.

“Karena sektor pengolahan ini kita genjot maka komoditas-komoditas perkebunan ini akan memberikan nilai tambah yang besar buat masyarakat,” tutup Wakil Bupati Kepsul, (red).

No More Posts Available.

No more pages to load.