Pemda Morotai Sediakan Rumah Sakit Gratis Berkualitas untuk Masyarakat

oleh -38 views
Link Banner

Porostimur.com | Daruba: Sejak 2018, Pemda Morotai terus meningkatkan infrastruktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Di tahun yang sama Morotai mencatatkan Universal Helath Coverage (UHC) peringkat I di Maluku Utara.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), “UHC adalah jaminan semua orang mempunyai akses kepada layanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang dibutuhkan, dengan mutu yang memadai. Sehingga efektif, disamping menjamin pula bahwa layanan tersebut tidak menimbulkan kesulitan finansial penggunanya”.

Untuk mendukung pelayanan yang berkelas “premium”, Pemda Morotai mulai membangun infrastruktur RSUD, yang direncanakan menjadi salah satu yang terbesar di Maluku Utara.

Bupati Morotai, Benny Laos melalui keterangan tertulisnya, Jumat (4/12/210) mengatakan, kegiatan pemenuhan infrastruktur RSUD itu mencakup 1) Instalasi Gawat Darurat (IGD) Tahap I; 2) PONEK; 3) Instalasi Laboratorium; 4) Intensive Care Unit (ICU); 5) Ruang Operasi; 6) Instalasi Gawat Darurat (IGD) Tahap II; 7) Instalasi Rawat Inap Rawat Inap; Instalasi Rawat Jalan; 9) Instalasi Radiologi; dan 10) Unit Transfusi Darah. yang direncanakan rampung pada tahun 2020 ini.

“Fasilitas yang akan tersedia untuk pelayanan rawat jalan yaitu 11 (sebelas) poliklinik, antara lain: Poli Umum, Poli Gigi, Poli Obgin, Poli THT, Poli Mata, Poli kejiwaan, Poli Bedah, dan Poli Covid-19,” katanya.

Baca Juga  Idul Adha Jatuh Pada 11 Agustus 2019

Benny menjelaskan, kapasitas rawat inap direncanakan 200 – 250 bed. Sementara, untuk sumber daya yang menggerakkan manajemen dan pelayanan, kita tengah memberi beasiswa kedokteran dan spesialis serta beasiswa untuk tenaga kesehatan bagi putra/ putri Morotai.

Progres total pembangunan RSUD saat ini menurutnya, telah berada di atas 75 persen. Sementara putra-putri terbaik Morotai juga sedang menempuh perkuliahan bidang kesehatan dan management rumah sakit yang tersebar di Universitas Negeri maupun Swasta di berbagai wilayah di Indonesia melalu program beasiswa.

“Tahun depan, kita upayakan dimulainya pemanfaatan sarana prasaran yang baru. Oleh sebab itu, mohon dukungan dan doanya, agar anak-anak kita juga diberi kekuatan sehingga bisa menjalani studi dengan baik, agar bisa kembali dan mengabdi untuk “kampung sandiri,” katanya.

Baca Juga  20 Pemain Real Madrid untuk Menantang Liverpool: Siapa Bakal jadi Bek Kanan?

Benny bercerita bahwa program ini terinspirasi dari pengalaman masa kecilnya yang membekas hingga kini.

“Waktu saya kecil, saya memiliki kondisi kesehatan akibat alergi yang mengharuskan pengobatan – tetapi karna kondisi ekonomi orang tua yang pas2 an pada saat itu sehingga tidak di rawat dan mengakibatkan saya memiliki sinusitis hingga hari ini,” ungkapnya.

“Saya tahu bagaimana rasanya butuh perawatan medis tetapi tidak mampu membayarnya. Bagaimana rasanya tak berdaya dan hanya bisa pasrah,” imbuhnya.

Dia juga bilang, orang-orang di sekitarnya sering bertanya kenapa urusan kesehatan semua digratiskan? Nanti masyarakat jadi manja.

Atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, Benny Laos mengatakan, apa yang pernah terjadi kepada dirinya dul, jangan sampai terjadi kepada warga Morotai kini.

Baca Juga  Piala Menpora Dipantau Shin Tae-yong, Rizky Pora Ingin Kembali ke Timnas?

“Ini kondisi yang umum bagi kita yang tinggal di daerah yang memiliki fasilitas kesehatan yang terbatas. Hal ini yang melatar belakangi visi misi saya dalam menggratiskan, membangun dan meningkatkan fasilitas serta pelayanan kesehatan di Morotai,” pungkasnya. (alfian)