Pemerintah Akan Bangun Empat Pangkalan Militer Baru. Satunya di Morotai

oleh -33 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Presiden Joko Widodo mengapresiasi kinerja TNI yang terus menjaga kedaulatan republik Indonesia. Pemerintah, kata Jokowi, akan terus komitmen mendukung pengembangan institusi TNI.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5/10). Jokowi menyampaikan, salah satu bentuk komitmen yang dilakukan yakni dengan pembangunan pangkalan militer baru.

Menurut Jokowi, dalam setahun terakhir TNI telah menorehkan sejarah baru yakni dibangunnya empat pangkalan militer yang baru. Setelah pangkalan militer terpadu di Natuna yang diresmikan Desember 2018, kemudian menyusul  pangkalan serupa di Biak, Morotai, Merauke, dan Saumlaki.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi pada peringatan HUT Ke-74 TNI Tahun 2019 di Taxy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2019).

Presiden juga memaparkan budaya TNI yang tadinya terpilah menjadi terpadu. Disebutkan, pada tanggal 30 Juli 2019, telah dibentuk Komando Operasi Khusus (Koopsus) yang akan mendukung penanganan terorisme.

Baca Juga  Penanganan Covid-19 Semakin Baik, Walikota Apresiasi Kinerja Satgas

Latihan gabungan Dharma Yudha juga telah sukses dilaksanakan di awal bulan September 2019 yang melibatkan 12.500 prajurit dari tiga matra dan menjadi ajang unjuk teknologi baru.

Pada tanggal 27 September 2019, telah dibentuk Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) di Tanjung Pinang, Balikpapan dan Biak. Kehadiran Kogabwilhan meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanganan krisis dan meningkatkan daya gentar.

“Semua ini menandai pergeseran budaya militer di TNI kita, yang tadinya terpilah-pilah di masing-masing matra, kemudian menjadi terpadu dalam lingkup Tentara Nasional Indonesia dan semakin didukung oleh profesionalisme prajurit. Pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme TNI,” kata

Jabatan Baru

Pemerintah, jelas Jokowi, telah menambahkan 60 jabatan perwira tinggi baru untuk mengoptimalkan peran prajurit. Pemerintah juga terus menambah jumlah alat utama sistem pertahanan (alutsista) untuk memenuhi target kekuatan pokok minimum (minimum essensial forces) tahap II.

Baca Juga  Baru Tiba Dari Jakarta, Bupati Halbar Jalani Karantina Mandiri Selama 14 Hari

Menurut Presiden, peningkatan kemandirian industri pertahanan nasional juga terus diusahakan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No.16 tahun 2012 serta meningkatkan kualitas pendidikan dan latihan prajurit TNI untuk mendukung profesionalisme prajurit.

Pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan dan fasilitas kerja bagi prajurit TNI. Alokasi anggaran pertahanan tahun 2019 sebesar Rp121 triliun akan dinaikkan menjadi lebih dari Rp131 triliun di tahun 2020.

“Pemerintah mengupayakan kredit perumahan untuk prajurit hingga jangka waktu 30 tahun. Selain itu, pemerintah akan meningkatkan tunjangan kinerja TNI menjadi 80 persen di tahun 2020,” pungkasnya. (red/vonny)