Pemerintah Bangkitkan Pariwisata Lewat Virtual Tour

oleh -18 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong bangkitnya pariwisata Indonesia dengan teknologi selama pandemi virus korona (Covid-19). Mereka membina pramuwisata dan pengelola desa wisata membuat tour secara virtual.

 Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya, mengatakan penggunaan teknologi sebagai adaptasi baru. Seluruh daerah diajak bertransformasi ke era digital.

“Peningkatan pemahaman dalam penguasaan teknologi bagi para pramuwisata dan pengelola desa wisata agar mereka tetap produktif dan dapat bersaing secara digital,” kata Wisnu dalam keterangan tertulis yang dikutip, Senin (31/8/2020).

Wisnu menyebut upaya itu juga mendorong kesiapan sumber daya manusia (SDM). Sehingga masyarakat Indonesia tidak gagap menyambut era digital.

Link Banner

Pelatihan virtual tour, kata Wisnu, digelar dalam dua tahap berdasarkan regional. Regional pertama, yaitu Sumatra dan Jawa sedangkan regional dua terdiri dari Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB). “Juga Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat,” kata Wisnu.

Baca Juga  Polisi Bantu Bangun Rumah untuk Janda di Laala

 Wisnu menjelaskan para pramuwisata dan pengelola desa wisata dibekali materi terkait teknik dasar memandu secara digital. Mereka juga diajarkan strategi pemasarannya.

 “Virtual tur ini dianggap sebagai nilai positif yang dapat diambil dari dampak pandemi covid-19,” ucap dia.

Menurut Wisnu, tur virtual bukan menggantikan wisatawan untuk berwisata secara langsung. Melainkan sebagai bentuk diverifikasi dari produk atau sarana yang sudah ada.

“Misalnya untuk mengenalkan dan memberikan gambaran awal bagi wisatawan tentang destinasi yang akan dikunjungi,” kata Wisnu.

Nantinya, para pramuwisata dan pengelola desa wisata akan diberi tugas membuat tour virtual di wilayahnya. Namun tetap didampingi fasilitator dari Kemenparekraf.

“Kami berharap pelatihan ini menjadi solusi atau inovasi pekerjaan baru di masa pandemi ini,” ucap Wisnu. (red)