Pemerintah Malut Kerahkan Petugas, Data Orang yang Berhubungan Dengan Pasien Positif Corona

oleh -562 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Petugas kesehatan telah dikerahkan untuk melacak (tracking) termasuk epidemelogi orang-orang yang pernah kontak langsung dengan pasien positif virus Corona (Covid-19), yang saat ini diisolasi di ruang RSUD Chasan Boesoirie, Ternate.

“Sekarang petugas telah tracking keluarga pasien termasuk orang-orang yang telah diduga melakukan kontak langsung dengan pasien tersebut,” kata juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Maluku Utara, dr. Rosita Alkatiri, Selasa (24/3/2020).

Seperti diketahui salah satu pasien positif Corona yang merupakan warga Taliabu yang saat ini berdomisili sementara di Ternate, telah dipulangkan sebelum hasil uji laboratoriumnya diperoleh.

Akan tetapi pasien tersebut dari hasil uji Lab Litbangkes Kemenkes pasien 01 Maluku Utara itu terkonfermasi positif virus Corona (Covid-19), dan dijemput kembali untuk dilakukan isolasi di RSUD Chasan Boesoirie.

Berdasarkan data yang diperoleh menyebutkan, orang-orang yang telah melakukan kontak langsung dengan pasien tersebut diantaranya, untuk tim medis di RSUD Chasan Boesoirie terdapat 18 orang di ruang paru, 4 orang ruang UGD, 4 orang di ruang Poli Penyakit Dalam, 1 orang ruang Rontgeng serta 6 orang di Rumah Sakit Tentara (RST) Ternate dan 2 petugas salah satu Bank swasta.

Baca Juga  Jelang Idul Fitri, Bulog Siapkan Antisipasi Defisit Stok Beras di Indonesia

Rosita mengatakan, petugas kesehatan telah mendatangi serta mendata orang-orang yang telah melakukan kontak langsung dengan pasien tersebut. Dia juga berharap kepada masyarakat yang berhubungan dengan pasien dapat mendatangi pelayanan kesehatan.

“Kami harap ada kesadaran diri sendiri bagi masyarakat yang kontak langsung dengan pasien. Karena pasien sudah dinyatakan positif,” tukasnya.

Terkait dengan sejumlah petugas medis serta masyarakat yang telah melakukan kontak langsung tersebut, Rosita Alkatiri mengaku nantinya akan dilakukan pemeriksaab uji lub jika nantinya hasilnya akan dilakukan isolasi atau pembatasan aktivitas mereka.

“Nanti kita akan lakukan isolasi dan melakukan uji laboraturium terhadap semua yang telah melakukan kontak langsung,”katanya. (red/rtm/msc)