Pemerintah Perpanjang Masa Tanggap Darurat Gempa Maluku Hingga 23 Oktober

oleh -128 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pemerintah Provinsi Maluku memperpanjang Masa Tanggap Darurat hingga 14 hari ke depan, atau hingga 23 Oktober 2019 mendatang. Sebelumnya, pemerintah menetapkan masa tanggap darurat berakhir pada 9 Oktober 2019.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Farida Salampessy mengatakan, Masa Tanggap Darurat diperpanjang setelah pemerintah melakukan evaluasi pada 5 Oktober 2019 kemarin.

“Kami harus memperpanjang masa tanggap darurat karena mempertimbangkan berbagai penyaluran bantuan bagi para pengungsi serta pendataan di lapangan yang belum rampung,” ujarnya. Minggu (6/10/2019).

Pemerintah juga mempertimbangkan adanya keluhan dari para pengungsi tentang lain lokasi pengungsian yang jauh, penanganan pelayanan kesehatan dan distribusi bahan pokok yang belum merata hingga terjadinya kesenjangan di lokasi-lokasi pengungsian.

Salampessy mengaku warga yang mengungsi cenderung meningkat pada malam hari ke lokasi-lokasi di dataran tinggi karena khawatir tsunami sehingga menghambat pendataan maupun penyaluran bantuan.

Baca Juga  Deretan ‘Omongan Kesombongan’ Pejabat Indonesia Terkait Virus Corona

“Petugas teknis seperti kesehatan dan relawan dengan jumlah relatif masih terbatas dipastikan belum optimal menjangkau semua lokasi pengungsian, sehingga diputuskan masa tanggap darurat diperpanjang hingga dua minggu ke depan,” katanya.

Perpanjangana masa tanggap saturated menurutnya, dilakukan dengan mengarahkan BPBD maupun OPD teknis di masing-masing kabupaten/kota agar lebih intensif bekerja karena intensitas gempa semakin menurun.

Farida Salampessy menambahkan, jumlah pengungsi pascagempa di Kota Ambon mencapai 95.256 jiwa.

Jumlah pengungsi tersebut, tersebar di tiga wilayah, yakni: Kota Ambon 2.940 jiwa, Kabupaten Maluku Tengah 50.250 jiwa dan Kabupaten Seram Bagian Barat 42.066 jiwa.

Sedangkan korban meninggal tercatat sebanyak 38 orang, rinciannya di Kota Ambon 13 orang, Maluku Tengah 15 orang dan SBB 10 orang.

Baca Juga  Usai Menahan Alfred Hongarta, KPK Bakal Usut Aliran Duit ke Pihak Lain di Kasus Suap Proyek PUPR

Korban luka, baik berat maupun ringan di Kota Ambon 27 orang, Maluku Tengah luka berat 72 orang dan luka ringan 18 orang serta SBB luka berat tiga orang dan luka ringan 29 orang.

“Data korban meninggal maupun luka ini berdasarkan hasil rekapitulasi Dinas Kesehatan Maluku, sedangkan data pengungsi diperoleh dari BPBD kabupaten/ kota,” pungkasnya (keket)