Pemerintah Terapkan Protokol Karantina TKA Tiongkok di Maluku Utara

oleh -217 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Pemerintah Indonesia akan melakukan protokol karantina pada Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia yang baru saja kembali dari negara asalnya.

Juru bicara penanganan virus corona atau COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, hal ini berkaitan dengan banyaknya pekerja asing yang telah selesai menjalani libur dan kembali lagi bekerja.

“Kita tahu beberapa waktu lalu Imlek, jadi mereka (pekerja asing) libur kerja dan pulang ke kampungnya (Tiongkok). Sekarang libur sudah selesai mereka kembali sebelum penerbangan ditutup,” ujar pria yang kerap disapa Yuri di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3).

Dia memberi contoh salah satunya adalah perusahaan di Maluku Utara yang mempekerjakan pekerja asing yang berasal dari kota di Tiongkok, di mana perusahaan tersebut telah melakukan karantina.

“Prosedurnya karantina ini dilakukan daerah berkerja sama dengan perusahaan, standar yang dilakukan adalah memisahkan mereka dari kelompok lain untuk dilakukan diobservasi,” ujarnya.

Baca Juga  Khutbah yang Menggetarkan Hati, Apa Dosa Kita Hingga Terusir dari Masjid?

Sarana yang disiapkan dalam karantina ini adalah kegiatan pemantauan kesehatan yang dilakukan Dinas Kesehatan setempat. Perusahaan akan melakukan laporan pada pemerintah daerah dan diteruskan pada pemerintah pusat.

Upaya karantina ini dilakukan di pintu-pintu gerbang masuknya TKA ke Indonesia seperti di penerbangan, pelabuhan, mau pun dari pos lintas darat.

Juru bicara penanganan virus corona/COVID-19, Achmad Yurianto (IDN Times/Teatrika Putri)

Batasi Pendatang dari Iran, Italia dan Korea Selatan

Pemerintah Indonesia juga menerapkan pembatasan masuk bagi pendatang dari Iran, Italia dan Korea Selatan. Untuk wilayah Iran, pendatang yang dilarang ke Indonesia adalah dari Teheran, Qom, dan Gilan. Sedangkan, Italia dari Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche dan Piedmont. Sementara, Korea Selatan di Kota Daegu dan Provinsi Gyeongsangbuk-do.

Baca Juga  PAN Resmi Dukung Pasangan Bagus di Pilkada Tikep

“Jadi yang berasal dari tiga kota itu sementara ditolak,” kata Yurianto.

Dia menambahkan, pembatasan tersebut dilakukan sementara. Tergantung dari dinamika wilayah itu apakah sudah tidak ada penularan atau masih belum aman terkait penyebaran COVID-19.

Sedangkan, pendatang dari luar kota tersebut masih diizinkan masuk ke Indonesia dengan syarat harus membawa sertifikat kesehatan dari otoritas setempat yang menyatakan dia tidak sakit corona.

“Ini jadi hal mutlak. Bukan berarti setelah bawa serifikat tidak dikarantina, tetap akan dikarantina kesehatan kalau di dalam kondisi sakit dan sebagainya akan kita tolak,” terangnya.

Pembatasan tersebut juga berlaku bagi WNI yang datang dari tiga negara itu. Jika ingin bertolak ke tanah air, tetap harus dapat sertifikat kesehatan dari otoritas setempat dan dilakukan karantina.

Baca Juga  1 Orang Positif Corona, Kemenag Maluku Kumpulkan Lima Tokoh Agama

“Di kota yang saya sebut tadi ada WNI kita artinya Ini juga berlaku untuk WNI yang tinggal di kota itu jadi bukan untuk warga kota itu saja siapapun warga negara lain yang tinggal di kota itu, itu yang kita dilarang,” pungkasnya. (red/rtm)