Pemerintah Tingkatkan Pemasaran Produk Laut-Perikanan Domestik

oleh -18 views
Nelayan melakukan bongkar muat hasil tangkapan laut di Pelabuhan Tulehu, Ambon, Maluku, Minggu (8/11/2020). Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan peningkatan ekspor perikanan sebesar USD 1,5 miliar pada 2024. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Pemerintah berupaya meningkatkan pemasaran produk kelautan dan perikanan nasional untuk mencapai rencana kinerja pemerintah atau RKP di bidang pemasaran produk kelautan dan perikanan. 

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Safri Burhanuddin mengatakan, pemasaran dapat meningkatkan nilai tambah dari suatu komoditas yang dapat mengarahkan pada peningkatan keuntungan. Andil keuntungan tersebut dapat dinikmati di setiap lini mulai produsen, pedagang perantara hingga konsumen. 

“Kegiatan pemasaran merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan, termasuk dalam sektor perikanan,” katanya dalam rilis resmi yang diterima, Jakarta, Selasa (24/11).

Sementara itu, pemerintah berperan dalam kegiatan pemasaran produk ini sebagai mediator dan stabilisator hubungan antara produsen dan konsumen. Safri optimistis, kegiatan pemasaran produk yang baik akan berpengaruh pada peningkatan nilai produk domestik bruto atau PDB, nilai ekspor hingga nilai konsumsi. 

Ia menjabarkan, pemerintah dalam RPJMN 2020-2024, menargetkan pertumbuhan PDB sektor perikanan mencapai 8,7%. Pada 2020, asumsi target PDB perikanan menyentuh 5%. Sementara itu, nilai konsumsi ikan juga ditargetkan meningkat menjadi sekitar 58,3 kg/kapita pertahun. Jumlahnya akan terus menanjak positif menjadi kisaran 60,9 kg/kapita pertahun pada 2024.

Baca Juga  Kapolda & Ketua Bhayangkari Berikan Arahan Bagi Pejabat Utama, Personil & Para Istri Jajaran Polda Maluku

“Lalu terkait ekspor hasil perikanan, pada 2020 ditargetkan tercapai US$6,2 miliar dan pada 2024 ditargetkan nilai ekspornya juga tumbuh menjadi US$8,0 miliar,” jelasnya.

Kemenko Marves bersama dengan K/L terkait melaksanakan rapat koordinasi atau Rakor Bidang Pemasaran Produk Kelautan dan Perikanan menghasilkan beberapa poin utama. 

Diantaranya kebijakan terkait pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 dalam RKP 2021 yang diprioritaskan pada penguatan ketahanan ekonomi. 

Dengan menitikberatkan pada pembukaan lapangan kerja padat karya, penguatan sistem pangan, pemulihan usaha koperasi dan UMKM, pemulihan industri dan perdagangan, pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif, serta peningkatan investasi. 

Selanjutnya, di kesempatan yang sama juga membahas mengenai daya dukung BKIPM KKP dalam pelaksanaan pengendalian sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan yang telah dilaksanakan oleh 47 UPTKIPM yang tersebar di 34 Provinsi.

Baca Juga  Heboh Soal Referendum, Inilah Daerah di Indonesia yang Pernah Menuntut Merdeka

Lembaga tersebut bertugas sebagai lembaga inspeksi dan sertifikasi produk perikanan Indonesia yang kini sudah dapat diterima di 158 negara dari 241 negara di dunia. 

Valuasi nilai ekspor hasil perikanan Indonesia sampai dengan kuartal ketiga tahun ini sudah menembus US$4,28 miliar. Pasar produk perikanan dan makanan laut dunia diperkirakan akan tumbuh dari US$146,78 miliar pada 2018 menjadi US$ 206,89 miliar pada 2026, dengan tren 9,3% selama periode 2019-2026. 

“Sektor Produk Perikanan mengalami pertumbuhan di masa pandemi atau Januari-September 2020 sebesar 8,82%,” jelasnya (red/validnews)